Masriah Mangkir Lagi, Kuasa Hukum Wiwik Minta yang Menyembunyikan Diproses Hukum

© mili.id

Tangkapan layar video CCTV saat Masriah pergi dari rumahnya

Surabaya - Masriah, wanita 56 tahun asal Jogosatru, Sukodono, Sidoarjo kembali mangkir dari persidangan tindak pidana ringan (tipiring), Rabu (15/11/2023).

Atas fakta itu, Satpol PP Sidoarjo bertekat meminta bantuan kepada pihak kepolisian untuk mencari keberadaan Masriah.

"Tindak lanjut kami sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2019," terang Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Sidoarjo, Anas Ali Akbar.

Menurutnya, dalam Perda Nomor 3 Tahun 2019 tersebut, tertera bahwa pemerintahan sipil diperkenankan meminta bantuan di kepolisian

"Saat panggilan kedua yang sah ini tetap tidak hadir. Maka dari itu, pemerintahan sipil dapat minta bantuan ke kepolisian," ungkap Anas.

Anas menyebut, permohonan bantuan selesai dibuat. Dan untuk langkah selanjutnya surat dilayangkan ke kepolisian pada Kamis (16/11/2023).

"Besok akan kami layangkan surat bantuan ke pihak kepolisian Sidoarjo," tegasnya.

Sementara terkait pihak-pihak yang turut ambil peran atas mangkirnya Marsiah, Anas belum bisa memperkirakan dengan pasti, apakah nantinya akan dipolisikan atau tidak.

"Untuk hal-hal lain mengenai Masriah ini DPO kepolisian atau tidak. Dan yang menyembunyikan dia terancam atau tidak. Ini masih dikoordinasikan bersamaan kepolisian," paparnya.

Sementara Kuasa Hukum korban Wiwik, Yulian Musnandar menyebut bahwa Masriah sengaja disembunyikan oleh keluarganya.

Dari situ, Yulian menjelaskan, apabila terbukti benar, maka keluarga yang menyembunyikan bisa dijerat dengan Pasal 221 KUHP, tentang menghalang-halangi proses hukum.

"Harapan saya, bagi yang menghalang-halangi atau melindungi Masriah segera diproses hukum. Itu permintaan kami dari kuasa hukum Ibu Wiwik," pungkasnya.

Masriah dijerat dengan Tipiring oleh Satpol PP Sidoarjo setelah terekam CCTV membuang sampah di samping rumah Wiwik, tetangganya.

Perbuatan Masriah yang kedua itu tidak lagi menjadi perhatian Wiwik, melainkan warga setempat hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Sebab sebelumnya Masriah telah dipenjara selama 1 bulan akibat aksinya membuang tinja di depan rumah Wiwik.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait