Laka KA Vs Elf di Lumajang, Pemasangan Palang Pintu Kereta Api di Jatim Dimaksimalkan

© mili.id

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto memberikan keterangan pers terakit kecelakaan di Lumajang.(foto: Rama Indra/mili.id)

Surabaya - Kepolisian bersama pemerintah kota dan kabupaten akan segera memaksimalkan memasang palang pintu di perlintasan kereta api di Jawa Timur. Sehingga diharapkan kecelakaan maut yang menewaskan 11 orang dan 4 luka berat di Lumajang tidak terulang.

"Kami akan segera mengadakan, mewujudkan palang pintu di perlintasan KA di Jawa Timur, yang sebelumnya belum terpasang. Ini juga merupakan meneruskan kebijakan kapolda yang lama dengan para wali kota dan bupati untuk segera diwujudkan," Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto, Selasa (21/11/2023).

Imam menargetkan pembuatan palang pintu kereta api di wilayah Jawa Timur secepat mungkin. Maksimal di tahun 2024.

"Ini bentuk keseriusan kami bersama forkopimda. Supaya nanti palang pintu KA ini bisa masif. Dan mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang lagi," ujarnya.

Tak lupa, Imam turut menyampaikan duka mendalam terhadap keluarga korban meninggal. Juga korban selamat yang hingga saat ini masih dalam perawatan.

Diketahui, kecelakaan maut antara Kereta Api Probowangi yang menabrak Elf di Lumajang itu menewaskan 11 orang. Dari data polisi, semuanya warga Surabaya.

Kecelakaan ini sendiri terjadi pada Minggu (19/11/2023) malam, di Kilometer 138 Petak Jalan Randuagung, perlintasan KA Dusun Prayuana, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.

Kecelakaan bermula ketika Elf berplat nomor N 7646 T tersebut melewati perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu.

Bersamaan dengan itu, melintas Kerata Api Probowangi melaju kencang dari Banyuwangi menuju Surabaya. Minibus yang disopiri Bayu Trinanto itu pun ditabrak dan terseret hingga 15 meter.

Saking kencangnya tabrakan membuat beberapa penumpang minibus tersebut terlempar keluar. Akibatnya, membuat 11 orang tewas dan empat orang lainnya luka-luka.

Editor : Aris S



Berita Terkait