Masa Kritis Sopir dan Bocah Perempuan Korban Tertabrak KA di Lumajang Belum Terlewati

© mili.id

dr Wihasto Suryaning Tyas (Tengah) di RSU dr Soetomo.(foto:Rama Indra/mili.id)

Surabaya - Korban kecelakaan kereta api vs Elf di Klakah, Lumajang, kini menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo.

Dua korban itu yakni Warsito, dan anak A (7 ), keduanya penumpang Elf menderita gegar otak.

Tim dokter dr Soetomo, dr Wihasto Suryaningtyas selaku penanggung jawab mengatakan, 2 korban laka kereta dirujuk, Senin (19//23) lalu.

Dijelaskan bahwa kondisi keduanya korban ini mengelami cidera jamak. Dengan kondisi luka berat dibeberapa bagian tubuh.

"Warsito mengalami gegar otak berat. Karena benturan, cedera dada. Sementara A (7), gegar otak sedang; cedera organ kepala, dada, dedera organ dalam perut, sampai otak, mengalami pendarahan," kata Wihasto ditemui awak media, Rabu (22/11/2023).

Menurut Wihasto, terhadap pasiennya ini telah dilakukan diagnostik, upaya radiologi, sampai pemeriksaan darah, keduanya, kini masih kritis.

"Semua pasien sedang menjalani masa masa perawatan. Masa kritis belum terlewati, masih harus diobservasi," jelasnya.

Winarto selaku sopir ditempatkan di ruang ICU lantaran belum sadarkan diri dan masih dikenakan alat bantu pernapasan. Sedangkan, A (7) di ruang Hicare, di-karenakan kondisinya; berangsur membaik.

"Pasien A saat datang, kesadaran sudah mulai ada respons meskipun belum normal. Tadi pagi saya lihat ada kenaikan skala dikesadarannya. Sudah mulai bisa buka mata," rincinya Wihasto

Belum menjangkau ke tindakan operasi, lanjut Wihasto, katanya saat ini kondisi korban sedang fluktuatif. Serta, masih akan dilakukan pengecekan berkala.

"Berdasarkan kondisinya sekarang. Dari pihak dokter belum merencanakan tindakan operasi besar. Masih melakukan upaya perawatan, yang fokus dilakukan terhadap "stabilisasi life support"," pungkasnya.

Sementara itu, sopir Elf,  Bayu kini dirawat di RS Bhayangkara, Lumajang dan kondisinya juga masih kritis.

"Nantinya kami juga akan menunggu kondisi mentalnya membaik. Selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari dokter spesialis bedah terlebih dahulu terhadap kondisi fisik korban. Pemeriksaan mental nantinya akan ditangani langsung oleh dokter spesialis jiwa," terang Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Lumajang AKBP Agus Gede Made Martha.

Editor : Aris S



Berita Terkait