Awal Musim, Kampung Durian Duyung Mojokerto jadi Jujukan Wisatawan

© mili.id

Salah satu pelanggan tetap penikmat durian lokal khas Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. (Karina/mili.id)

Mojokerto - Bila berwisata ke Trawas bagi pecinta durian terasa kurang lengkap rasanya kalau tidak mampir ke Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto untuk mencicipi aneka jenis durian lokal. Lokasi ini kini terkenal dengan sebutan Kampung Durian.

Mulai dari durian merico yang menjadi ikon Trawas, durian montong lokal, musang king dengan daging berwarna kuning, sampai durian orange atau dikenal si emas.

Buah dengan kulit berduri ini ada yang berasal dari kebun pribadi warga maupun hasil dari petani lokal Trawas yang dijajakan dalam satu kampung.

Jarak kampung durian ini hanya 3 km dari Polsek Trawas. Setibanya di kampung durian, wisatawan tak hanya disambut aroma khas buah dengan rasa daging yang super legit, hingga legit sedikit pahit ini.

Tapi juga bakal langsung disuguhkan pemandangan teras-teras rumah penduduk yang disulap menjadi lapak durian dengan beraneka ukuran dan harga yang bersahabat. Mulai dari Rp 5.000 sampai ratusan ribu rupiah perbuah.

Salah satunya lapak Durian Dewa milik Wisnu Harmoko (38) ini, ia dan istrinya Leni Wijayanti (34) yang sudah berjualan di teras rumahnya sejak tahun 2016 lalu.

"Awal dulu jualan di jalan tahun 2013 sampai 2015, baru di 2016 milih jualan di teras rumah," ucapnya, Sabtu (25/11/2023).

Wisnu sendiri menyediakan durian merico mulai dari harga Rp 100.000-Rp 150.000 untuk 10 buah. Atau Rp 10.000-Rp 20.000 perbuah.

Nah, untuk durian montong lokal, musang king, atau si emas dijual seharga Rp 100.000 dengan isi bervariasi. Mulai dari 2 sampai empat buah, tergantung ukuran masing-masing durian yang didinginkan.

"Ini yang merico ada paketan isi 10 harganya Rp 100.000, tapi bisa juga beli satuan. Kalau montong lokal, musang king, atau si emas bervariasi harganya, tergantung ukuran," ucapnya sembari melayani tamunya yang langsung menyantap buah dengan aroma khas ini.

Tak ayal, kampung durian ini selalu didatangi wisatawan utamanya diakhir pekan. Bahkan, sepanjang badan jalan di kampung ini dipenuhi kendaraan roda empat maupun roda dua yang berburu nikmatnya durian lokal Trawas.

Salah satunya, Zainuddin (45), yang sudah menjadi pelanggan tetap di lapak Durian Dewa ini. Kali ini ia memilih datang langsung bersama rekan kerjanya untuk mengincipi rasa durian Trawas yang cukup terkenal di Jatim.

"Sudah langganan memang, kalau lagi awal musim durian begini, pasti saya beli. Kebetulan ini tadi ngajak teman-teman kerja buat ngincipin durian Trawas," ujarnya.

Ia sendiri seringkali memesan secara online melalui pesan singkat di saat musim durian tiba ke pemilik lapak durian, untuk mengirim buah durian pilihan ke rumahnya di Kecamatan Mojosari.

"Kalau sudah musim begini, saya biasanya minta antar turun ke rumah di Mojosari. Biasanya yang musang king, atau montong lokal. Tergantung yang ready stok durian apa di lapak mereka," pungkasnya sembari menyeruput kopi pahit untuk mengakhir santapan durian pilihannya.

Tak hanya aneka durian yang dijajakan warga, ada juga pilihan buah tangan yang bisa dibawa untun orang-orang tercinta. Seperti, alpukat mentega, mangga manalagi, nangka, dan krupuk opak siap goreng.

Editor : Aris S



Berita Terkait