Maket Arsitektur Kawasan Ngagel 30 tahun Mendatang Karya Mahasiswa 3 Negara

© mili.id

Pameran bertajuk “Projecting Cities: Bangkok and Surabaya” oleh Architecture Petra Christian University (PCU) (Humas PCU for Mili.id)

Surabaya - 12 maket desain kawasan Ngagel Surabaya hasil karya kolaborasi dari mahasiswa tiga negara disajikan dalam pameran bertajuk “Projecting Cities: Bangkok and Surabaya” oleh Architecture Petra Christian University (PCU). Senin (27/11/2023).

Puluhan maket berukuran 2x3 meter itu merupakan hasil kolaborasi PCU Indonesia; Silpakorn University, Thailand; dan Tunghai University, Taiwan. Pameran ini berlangsung mulai tanggal 27 November hingga 12 Desember 2023, di gedung J01 kampus setempat.

Dosen sekaligus Dekan Faculty of Civil Engineering and Planning PCU, Rully Damayanti, Ph.D mengatakan selain menyuguhkan maket desain kawasan Ngagel, pada pameran tersebug juga menyajikan desain rancangan untuk site Bangkok, di daerah Silom.

“Selama satu semester, para mahasiswa dari tiga negara itu diminta untuk saling merencanakan dan mendesain bagian dari dua kawasan, hingga desain tiap bangunannya, seluas kurang lebih 30 hektar,” ujar Rully.

Rully menjelaskan pembuatan maket desain kawasan Ngagel pada pameran bertema 'urban gentrification' itu berdasarkan nilai sejarah dimana kawasan it bekas industri, namun saat ini kurang terurusnya lokasi tersebut.

“Para peserta harus merancang Master Plan kawasan Ngagel untuk 30 tahun ke depan, agar menjadi kawasan yang hidup dan mampu berperan dalam aktivitas ekonomi di Kota Surabaya,” tambah Rully.

Kegiatan internasional ini merupakan upaya PCU mewujudkan visinya menjadi universitas yang go global, dan mempersiapkan mahasiswa untuk masuk ke dunia karier di level internasional.

“Immersion Studio ini mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis dan mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah perkotaan yang selalu kompleks, dan menarik untuk dipelajari,” pungkas Rully.

Project kolaborasi ketiga negara ini disebut sebagai "Immersion Studio".

Salah satu karya menarik datang dari Yoan Riza Nataya, mahasiswi Architecture PCU membuat preservasi bangunan AJBS Home Center yang ada di Ngagel, dengan mengusung konsep adaptive reuse building dalam desain rancangannya.

Mereka mengubah bangunan itu menjadi Museum of Ngagel, dengan konsep interactive museum. Selain menampilkan cerita tentang sejarah Ngagel, Yoan dan tim juga membuat setiap zona yang ada di museum itu memiliki soundscape dan projection mapping memanfaatkan teknologi digital.

“Para pengunjung tak hanya bisa menikmati secara visual (penglihat), namun mereka juga bisa menikmati lewat suara (pendengar), tekstur (peraba), aroma (pencium), dan rasa (perasa). Artinya, mereka bisa menikmati museum ini dengan kelima indra sekaligus,” jelas mahasiswi angkatan 2020 itu.

Selain Yoan, ada pula Ivan Santosa yang mengerjakan project ini bersama beberapa mahasiswa dari Thailand. Ivan dan tim membuat Master Plan yang berfokus pada performing art, dengan konsep terkait green infrastructure.

“Surabaya punya banyak jenis kesenian, terutama yang terkait performing. Tapi sayang, tempat yang khusus untuk performing arts itu masih kurang,” kata Ivan.

Ia melanjutkan, lokasi di kawasan Ngagel yang harus ia desain sebenarnya memiliki banyak sekali green open space dan bangunan terbengkalai. Sehingga ia dan tim melihat potensi untuk dapat dikembangkan dengan konsep green infrastructure.

Editor : Achmad S



Berita Terkait