Tarik Investor di 2024, Pemkot Mojokerto Siapkan Dokumentasi Investasi

© mili.id

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menghadiri Forum Bisnis Tahun 2023 secara virtual di Hall Prajna Wijaya lantai 4 Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Rabu (29/11/2023).(Foto: Pemkot Mojokerto for mili.id)

Mojokerto - Dengan menggeliatnya investasi yang masuk dibidang transportasi, pergudangan mencapai 15,19 persen dan jasa perhotelan, makan minum hingga 7,5 persen. Kini Pemkot Mojokerto menyiapkan berbagai hal untuk menarik investor pada 2024.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau biasa disapa Ning Ita, Kota terkecil di Jatim ini pun telah menyiapkan bahan acuan hasil dari berbagai kajian bagi pengusaha yang ingin berinvestasi.

Mulai dari peta atau roadmap investasi, project proplspectus terkait investasi di bidang pariwisata, serta hasil kajian terkait dengan informasi investasi secara menyeluruh yang diintegrasikan dengan peta RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) yang berisi tentang zona-zona di Kota Mojokerto. Tentunya berdasarkan fungsi lahan dan jenis usaha yang diperbolehkan.

"Harapan kami kedepan, investor bisa dengan mudah mendapat informasi terkait potensi investasi, sehingga ada kepastian, ada progress positif, ada reward yang jelas dari investasi yang telah ditanamkan di Kota Mojokerto,” ujar Ning Ita yang menghadiri Forum Bisnis Tahun 2023 secara virtual di Hall Prajna Wijaya lantai 4 Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Rabu (29/11/2023).

Langkah ini dilakukannya, lantaran Kota Mojokerto yang memiliki banyak potensi investasi yang menjanjikan di Kota Mojokerto. Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Kota Mojokerto, ada beberapa sektor tertinggi yang mendominasi di Kota Mojokerto.

"Pertama adalah jasa transportasi dan pergudangan, mencapai 15,19 persen. Kedua ada akomodasi, nah ini di dalamnya termasuk jasa perhotelan, dan makan minum yang ternyata ada 7,75 persen," jelasnya.

Pemimpin dengan Spirit Of Majapahit ini optimis angka investasi di tahun 2023 akan lebih tinggi. Mengingat, selama setahun kebelakang jumlah wisatawan yang datang ke Kota Mojokerto untuk berwisata kuliner meningkat.

Selain itu, event-event pariwisata dan budaya yang digelar, baik oleh Pemkot maupun event organizer, terbukti menyedot perhatian massa, tidak hanya masyarakat lokal melainkan juga luar kota.

Tak sampai disitu, Pemkot juga berupaya agar perijinan bisa dilayani dengan cepat dan mudah. Saat ini berlaku sistem perijinan yang terintegrasi dari pusat, yaitu OSS-RBA, yang mana terkadang masih dijumpai beberapa kendala, khususnya terkait persetujuan bangunan Gedung.

Namun, Pemkot berupaya meminimalisir hal tersebut melaui coaching, pendampingan, dan juga ada menyediakan layanan desk di lantai 2 MPP Gajah Mada untuk mendapatkan informasi dan pendampingan cara mengakses OSS-RBA secara tepat.

“Harapan kami, berbagai upaya tersebut bisa menambah dari tarik bagi investor agar semakin banyak menanamkan modalnya di Kota Mojokerto. Sehingga kedepan, Kota Mojokerto ini menjadi pusat dari wilayah aglomerasi, menjadi pusat perdagangan dan jasa. Tentunya berdampak kepada pertumbuhan ekonomi secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait