Melihat dari Dekat Sederet Hasil Karya Anggota PDKPro di Ponpes Genggong

Hari Disabilitas Internasional

© mili.id

Pengasuh Pesantren Genggong Gus Haris saat melihat hasil karya anggota PDKPro (Foto: Fades/mili.id)

Probolinggo - Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong memberi panggung kepada anggota Pemberdayaan Disabilitas Kabupaten Probolinggo (PDKPro) untuk memamerkan hasil karyanya, Minggu (3/12/2023).

Pameran itu digelar dalam rangka memperingati Hari Internasional Penyandang Disabilitas.

Acara yang berlangsung di depan gedung SMP Zainul Hasan Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo itu dihadiri puluhan anggota PDKPro. Juga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan setempat dan Pengasuh Pesantren Genggong.

Puluhan anggota PDKPro memamerkan berbagai hasil karya indahnya, berupa sebuah lukisan wajah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, lukisan wajah Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto dan lukisan wajah Pengasuh Ponpes Genggong, Gus dr. Moh. Haris Damanhuri Romly.

Ada juga karya berupa lukisan Gus Dur, pegunungan, dan bunga yang dibuat dari serbuk kopi serta karya-karya lainnya seperti kaos sablonan, sangkar burung, hingga korek modifikasi dijadikan satu dalam batang kayu.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Gus dr. Moh Haris Damanhuri Romly mengatakan, momentum hari disabilitas kali ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi orang normal. Terlebih, terkait dengan komitmen bersama atas perhatian kepada kaum disabilitas.

"Juga terkait upaya kita dalam mensetarakan kita dengan mereka (kaum disabilitas). Kemudian juga aksesibilitas yang mereka harapkan, seperti akses pekerjaan, akses pendidikan, akses kesehatan dan lain sebagainya. Sebenarnya mereka juga punya peluang yang sama dengan kita," tutur Gus Haris.

Gus Haris menyatakan bahwa pihaknya akan memberi perhatian lebih kepada kaum disabilitas, yang kini di Kabupaten Probolinggo, jumlahnya sudah mencapai angka ribuan. Namun, yang percaya tampil di hadapan umum mungkin hanya segelintir.

"Sebenarnya yang perlu kita ingat, kita harus memberi perhatian khusus kepada mereka dan fasilitas khusus, terutama oleh pemerintah. Karena keberadaan mereka itu butuh perhatian kita semua dan ini upaya kita agar mereka terus berkarya," tandas Gus Haris.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait