Ingin Masakan Khas Timur Tengah dengan Harga Murah di Surabaya, Cobain di Sini

© mili.id

Nasi Biryani, salah satu masakan khas Timur Tengah yang dijual oleh Rafika. (foto: Fika for mili.id)

Surabaya - Kuliner khas Timur Tengah menjadi favorit sebagian orang. Aroma gurih dan rempah kuat pada menu utamanya membuat banyak orang tergoda. Ditambah cita rasa manis pada menu penutupnya membuat lidah bergoyang.

Nah, untuk menikmati citarasa ala negeri 1001 malam tersebut, Anda tidak perlu jauh-jauh ke Arab. Di Kota Surabaya, sudah banyak yang menjual masakan tersebut. Salah satunya ada di Jalan Genteng Besar.

Nama tempatnya yakni Arabelly, yang merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik Rafika. Masakan Arab yang dijual salah satunya yakni Nasi Biryani. Resepnya pun asli dari negeri berjuluk negara minyak itu. Dan untuk harganya pun sangat terjangkau.

Kepada mili.id, Fika sapaan akrabnya bercerita bahwa ia bisa membuat masakan arab hingga berjualan ini berawal dari almarhum papanya, Ilyas Yahya, yang meninggalkan berbagai resep makanan khas Arab di dokumen-dokumen penting.

"Sewaktu papa saya meninggal dunia, saya dan mama membereskan dokumen seperti akta kelahiran, akta kematian, sampai ijazah. Di situ saya menemukan resep masakan yang kemudian saya gunakan di Arabelly ini," terangnya, Minggu (3/12/2023).

Beberapa resep yang ditemukan yakni untuk menu Nasi Mandhi, Nasi Biryani, Chicken Al-Baik, Samosa, Martabak Arab, hingga Laffa. Ia pun mulai membuat masakan-masakan khas Timur Tengah dan dijual dengan harga terjangkau.

"Papa saya meninggal karena Covid-19 pertengahan 2020. Arabelly pun mulai dipasarkan sejak pandemi awal," kata perempuan berusia 26 tahun tersebut.

Saat ini, Arabelly menyediakan Nasi Biryani, Chicken Al-Baik dan Laffa. Nasi Mandhi memang belum dijual karena masih cenderung mahal.

"Bahan baku dan pembuatan Nasi Mandhi cukup premium. Nggak bisa dijual murah. Sementara saya ingin makanan Arab ini bisa dinikmati dengan harga murah tapi citarasa mewah," tambah Fika.

Ia mencontohkan dengan Nasi Biryani buatannya. Dilengkapi rempah-rempah olahan dan daging roasted chicken yang juicy dan lembut, masyarakat cukup mengeluarkan uang Rp 25 ribu saja.

"Biasanya Nasi Biryani dipatok harga Rp 30 ribu ke atas. Ini harga kaki lima tapi kualitas premium. Bau rempahnya strong tapi nggak bikin mual. Daging ayamnya juga juicy dan bumbunya meresap sampai ke dalam," jelasnya.

Sementara Laffa sendiri, kata Fika, merupakan kudapan berupa tortilla berisi roasted chicken dan sayur mayur. Satu porsi dipatok dengan harga Rp10 ribu.

"Yang bikin beda adalah bumbunya. Bumbu mayonaise dengan olive oil dan olahan rempah khas Arabelly. Sama seperti Chicken Al-Baik, bumbunya beda. Aroma Rempah-rempahnya kuat, tapi rasanya soft. Melted di lidah," ungkapnya.

Sejauh ini, Fika bercerita bahwa customer sering memesan Nasi Biryani di tempeh besar. Satu tempeh berisi Nasi Biryani, Roasted Chicken, topping samosa, dan roti pita.

"Satu tempeh bisa untuk 5 orang. Paling banyak untuk 10 orang. Kisaran harga dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu," sebutnya.

Dalam seminggu, Fika bisa menerima pesanan 10-15 tempeh. Sementara Laffa dan Martabak bisa dipesan langsung di lapak UMKM Genteng Besar Surabaya.

"Untuk sementara kami hanya menerima pemesanan via Instagram dan offline di Jalan Genteng Besar," tandas perempuan lajang tersebut.

Editor : Aris S



Berita Terkait