Kenali Ciri-ciri Demam Berdarah, Begini Tanda dan Penanganan Pertama

© mili.id

nyamuk Aedes Aegypti. (ilustrasi/mili.id)

mili.id - Demam berdarah kerap menyerang masyarakat yang tinggal di daerah tropis, apalagi saat memasuki musim penghujan. Genangan dan timbunan air yang tak segera dikuras dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Parahnya lagi, bila nyamuk tersebut merupakan varietas Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus berkelamin betina.

Bila varietas nyamuk tersebut menggigit dapat menyebabkan penderita terkena demam berdarah. Bentuk demam berdarah yang parah dapat mengakibatkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah bahkan kematian.

Lantas, bagaimana ciri-ciri demam berdarah yang dialami orang dewasa dan anak-anak? Berikut ciri-ciri gejala demam berdarah ringan:

1. Demam >38°C.
2. Sakit kepala.
3. Nyeri otot, tulang atau sendi.
4. Perut terasa mual.
5. Muntah.
6. Ruam pada kulit.
7. Nyeri di belakang mata.
8. Pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika gejala demam berdarah ringan tersebut tak segera diatasi, maka dalam beberapa hari ke depan akan berubah menjadi demam berdarah parah, berikut tanda-tandanya:

1. Demam tinggi di atas 40°C.
2. Sakit perut yang parah.
3. Muntah terus-menerus.
4. Pendarahan dari gusi atau hidung.
5. Urine, tinja atau muntahan selalu mengandung darah.
6. Pendarahan di bawah kulit yang berawal dari ruam hingga terlihat seperti memar.
7. Kesulitan hingga sesak bernapas.
8. Mudah lelah.

Jangan panik, begini cara perawatan pengidap demam berdarah:

1. Biarkan Istirahat.
Biarkan penderita yang sakit beristirahat sebanyak mungkin, pastikan tidak melakukan aktivitas berat bila itu yabg mengalami demam berdarah adalah orang dewasa. Usahakan istirahat di tempat tidur yang nyaman.

2. Berikan Cairan yang Cukup.
Pastikan penderita mendapatkan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Berikan susu, jus buah (misalnya jus jambu), cairan elektrolit isotonik atau air beras (tajin).

3. Kontrol Demam Secara Berkala.
Pastikan mengontrol demam menggunakan termometer segala jenis secara berkala. Hindari memberikan obat tanpa anjuran dari dokter.

4. Konsultasikan ke Dokter.
Jika gejala semakin parah atau tidak menunjukkan perbaikan, bawa penderita ke klinik atau rumah sakit. Terutama bila mengalami gejala sesak napas, detak jantung yang cepat, dan lainnya.

Selain gejala yang parah, kondisi lain seperti bayi, lansia, ibu hamil, dan diabetes, perlu mendapatkan perawatan serta penanganan yang tepat.

Editor : Achmad S



Berita Terkait