Legenda Batu Kenong di Probolinggo Jelmaan Sepasang Pengantin Kerajaan

© mili.id

Penampakan Batu Kenong yang jika dipukul mengeluarkan suara layaknya gong.(foto: M Ahsan/mili.id)

Probolinggo - Selain terkenal dengan wisatanya, beberapa desa di Kabupaten Probolinggo juga menyimpan banyak sejarah melegenda.

Salah satunya didapati di sebuah desa di bagian timur wilayah Kabupaten Probolinggo yang memiliki legenda 'Betoh Kennong' (Bahasa Madura).

Betoh Kennong atau Batu Kenong itu berada di Desa Pasembon, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Bongkahan batu itu jika dilihat dari kejauhan akan nampak seperti batu besar biasa yang sering dijumpai jika pergi ke hutan maupun ke area pegunungan.

Namun keunikan batu ini berada di bunyinya. Meski akan terlihat seperti batu pada umumnya, tapi jika dipukul, batu tersebut akan mengeluarkan bunyi layaknya gong.

Lokasi bongkahan batu berukuran 2x3 meter itu tepat berada di tengah perbukitan setempat.

Siapapun yang berkunjung, sebelum sampai ke titik batu kenong berada nantinya juga akan disambut rindangnya pepohonan, gemericik air sungai aliran Gunung Argopuro serta suasana sejuknya.

Hingga saat ini, masyarakat sekitar juga tidak mengetahui sejak kapan batu itu ada.

Sesepuh Desa Pasembon, Kecamatan Kotaanyar, Mahrus mengatakan, meski tidak diketahui pasti asal usul munculnya batu kenong itu yang jika dipukul berbunyi seperti suara gong.

Namun, masyarakat sekitar meyakini jika batu tersebut sudah ada sejak jaman kerajaan.

"Tapi konon dari ceritanya, batu kenong ini adalah rombongan pengantin kerajaan yang ketika lewat di sekitar lokasi bebatuan itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sehingga, diyakini 2 batu ini adalah jelmaan sepasang pengantin kerajaan," kata Mahrus, Senin (4/12/2023).

Meski memiliki cerita legenda, lanjut Mahrus, warga tetap membiarkan dua batu tersebut di lokasinya.

Mulai dulu, kata dia, tidak pernah dipindah-pindah tempat atau diperindah, hanya saja ketika sudah banyak rumput belukar tumbuh langsung segera dibersihkan.

"Bentuk, warna atau lain-lainnya ya tidak berbeda dengan batu-batu biasanya. Keunikannya hanya saat dilempar atau dipukul bisa mengeluarkan bunyi seperti memukul gong. Hingga saat ini tetap asri, tidak pernah sedikitpun dirubah karena kami jaga kealamiannya," pungkas Mahrus.

Editor : Aris S



Berita Terkait