Olahraga Flag Football Kini Banyak Diminati Kaum Hawa Surabaya

© mili.id

Olahraga Flag Football minim risiko yang banyak diminati kaum hawa. (Foto: Humas Komunitas IFFA Surabaya for Mili.id)

Surabaya - Flag Football yang merupakan olahraga turunan dari American Football. Olahraga ini mulai dikenal masyarakat Surabaya sejak tahun 2011 dan semakin berkembang pesat sejak dinaungi komunitas Indonesia Flag Football Association (IFFA) Regional Surabaya.

Humas IFFA Surabaya, Afifah Rachmania menyebutkan bahwa saat ini untuk regional Surabaya saja anggotanya sudah mencapai 300 orang. Seiring dengan adanya liga regional yang rutin diadakan dan berjalannya waktu, anggotanya pun terus bertambah.

"Para anggota kami juga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah sampai pekerja. Setelah pandemi tahun ini berakhir. Minat masyarakat terhadap flag football terus meningkat. Selain itu guna menarik minat orang awam dan mencari potensi bibit altit, berbagai liga olahraga flag football juga konsisten diadakan guna yang berpotensi di Surabaya,” ungkap Afifah, Senin (4/12/2023).

Menurutnya konsistensi komunitas dalam mengadakan kegiatan tersebut, selain membumikan olahraga flag football serta mengajak masyarakat Surabaya turut berolahraga sekaligus untuk berprestasi.

"Karena flag football ini minim risiko tapi memiliki kualitas pertandingan yang sama dengan American Football. Olahraga ini juga tidak hanya diperuntukkan untuk laki-laki saja, jadi banyak juga perempuan yang minat untuk ikut bahkan saat ini IFFA Surabaya juga sedang mengembangkan tim perempuan.” bebernya.

Cara bermain dari flag football sendiri hampir sama dengan American football. Dalam permainannya, dibagi dua tim, yaitu pemain penyerang dan pemain bertahan. Pemain penyerang harus bisa membawa bola ke daerah end zone/ zona akhir untuk mendapatkan poin sebelum ditahan oleh pemain bertahan.

Pemain bertahan bertugas untuk menghentikan laju pemain penyerang dengan menarik bendera yang dipakai di pinggang pemain penyerang atau menghalangi pemain penyerang dalam menangkap bola. Selain itu, yang membedakan juga jumlah pemain dalam satu lapangan.

Hingga saat ini, komunikasi antar komunitas dari daerah lain juga terus dilakukan. Hal tersebut penting, untuk membicarakan perkembangan olahraga flag football di Indonesia. Seringkali antar komunitas berdiskusi mengenai teknik latihan hingga inovasi program.

“Kita optimisi dengan perkembangan flag football ke depannya, baik di Surabaya, nasional, maupun internasional. Surabaya cukup percaya diri mengembangkan bibit unggul untuk Indonesia” imbuhnya.

Afifah mengungkapan beberapa waktu lalu Indonesia mengirimkan Timnas Flag Football untuk mengikuti pertandingan skala internasioal di Malaysia. Lima pemain, beberapa pelatih, dan manajer diantaranya lahir dari IFFA Regional Surabaya.

"Kedepan, kami berharap komunitas IFFA Surabaya dapat terus dikenal masyarakat. Selain itu, partisipasi para anggota dalam kegiatan juga terus meningkat. Sehingga dapat lebih berprestasi dan mampu membawa harum nama regional maupun internasional," pungkasnya.



Editor : Aris S



Berita Terkait