'Mahasiswa Bergerak Melawan Degradasi Demokrasi Perusak Moralitas Bangsa'

© mili.id

Suasana mimbar bebas di Untag Surabaya (Foto: Rachmad FT/mili.id)

Surabaya - Gerakan Mahasiswa Selamatkan Demokrasi (Gemas'D) menggelar mimbar bebas bertema "Mahasiswa Bergerak Melawan Degradasi Demokrasi Perusak Moralitas Bangsa".

Dialog tersebut digelar di lapangan parkir utara kampus Untag Surabaya, dimulai pukul 11.00 WIB, Rabu (6/12/2023).

Mimbar terbuka itu menghadirkan berbagai tokoh politik, budayawan, akademisi hingga Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Jatim maupun nasional.

Para tokoh yang meramaikan mimbar bebas di Untag Surabaya itu di antaranya Budayawan Bambang Ekoloyo Butet, Aryo Seno aktivis muda pelopor gerakan pelajar Surabaya yang saat ini didapuk menjadi Juru Kampanye Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Juga akademisi Unair Prof Hotma Siahaan, Airlangga Pribadi Kusman, Prof Dr Henri Subiakto, Politisi PDI-Perjuangan Eros Jarot, Aliffurrahman Seword, perwakilan GMNI Bagas Raditya, dan Virgiawan Budi.

Dari pantauan mili.id di lokasi, sejak pukul pukul 11.00 WIB, ratusan orang memenuhi lapangan kegiatan tersebut. Mereka disambut dengan beberapa pertunjukan dari unit kegiatan mahasiswa musik yang menyanyikan lagu Darah Juang, kemudian lagu ciptaan Iwan Fals seperti Bento hingga Bongkar.

Sedangkan ribuan mahasiswa mulai memadati lapangan parkir kampus. Tampak mereka membentangkan kain putih bertuliskan mahasiswa harus kritis, Demokrasi Diamputasi, Reformasi Dikorupsi, Jatim Melawan dan lainnya.

Selain itu mereka juga disibukkan membagikan sticker bertuliskan "Lawan Politik Dinasti, Tolak Pelanggaran HAM" dengan menyertakan hastag #MahasiswaIndonesiaBersatu.

Sementara beberapa warga terlihat berbondong-bondong memasuki area lapangan. Namun, karena cuaca yang terik, mereka memilih berteduh di pinggir lapangan.

Salah satu mahasiswa mengenakan jaket hitam bertuliskan GMNI, Bagus Raditya mengaku jika dirinya hadir di sini, atas dasar independensi dan atas kesadaran GMNI, jadi mimbar ini ditujukan kepada masyarakat, dari mahasiswa.

"Kita kawal kembali demokrasi, jangan sampai demokrasi ini dihancurkan. Sekarang kita berbicara tentang konstitusi, yang sedang diobrak abrik, yang akhirnya mahasiswa harus turun mengawal konstitusi sebagai petarung petarung akademik," ungkapnya.

Dia mengaku, GMNI siap mengawal secara independen, dan siap mengawal, membantu menyuarakan demokrasi serta mengawal konstitusi supaya masyarakat bisa tepat memilih. Karena siapapun sosok ke depan, pasti akan menjadi sosok yang mengawal konstitusi.

"Jadi tinggal pilih siapa yang tepat, apakah yang merusak konstitusi dengan cara-cara yang tidak elok, apakah yang berjalan dengan konstitusi. Jadi mari teman-teman bahas dan masyarakat kawal bersama, karena yang pasti demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat," tegasnya.

Dia mengaku hadir dan meramaikan kegiatan tersebut, karena sudah lama tidak melihat gejolak politik secara nyata.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait