Tersandung Korupsi Rp 7,5 Miliar, Kepala Departemen PT IMS Ditahan Kejati Jatim

© mili.id

Tersangka HW, Kepala Departemen Pengadaan di anak perusahaan PT Industri Kereta Api (PT INKA), yakni PT Inka Multi Solusi (IMS) saat ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. (foto: Kejati Jatim for mili.id).

Surabaya - Kepala Departemen Pengadaan PT IMS berinisial HW, ditahan Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim), dengan dugaan melakukan korupsi pengadaan barang consumable atau habis pakai di PT Inka Multi Solusi (IMS), yang merupakan anak perusahaan dari PT Industri Kereta Api (PT INKA).

"Awal kasus terjadi pada periode 2016 hingga 2017. Diperiode tersebut, PT IMS melakukan pengadaan barang dengan menggandeng penyedia barang perorangan berinisial NC dan CV AA dengan nilai anggaran lebih dari Rp 14 miliar," terang Kajati Jatim Mia Amiati, Rabu (6/12/2023).

Mia menyebut, bahwa HW ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Kantor Kejati Jatim yang berlangsung hingga Selasa (5/12/2023) malam.

Setelah dinyatakan terbukti HW langsung ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya Cabang Kejati Jatim.

"Berdasarkan penyelidikan, diperoleh fakta bahwa penyedia barang perorangan berinisial NC dan CV AA tidak melaksanakan keseluruhan pengadaan barang sesuai perjanjian kontrak," jelasnya.

"Dan NC maupun CV AA hanya mengerjakan sebagian kecil pekerjaan. Namun diminta membuat seluruh pertanggungjawaban oleh kepala Departemen Pengadaan, yakni saudari HW," tambah Mia.

Menurut Mia, Tim Satuan Pengawas Internal PT INKA juga telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya ditemukan dokumen pertanggungjawaban yang tidak diyakini keabsahannya sehingga diduga menimbulkan kerugian negara dalam proses pengadaan tersebut.

"Hasil audit investigatif Tim Satuan Pengawas Internal PT INKA menyebut dokumen pertanggungjawaban yang tidak dapat diyakini keabsahannya senilai kurang lebih Rp 7,5 miliar, yang diduga sebagai kerugian keuangan negara," tandasnya.

Saat ini, penyidik Kejati Jatim tengah mendalami pihak lain yang diduga turut terlibat dalam perkara ini.

"Masih akan terus didalami. Memungkinan jumlah tersangka bisa bertambah," pungkas Mia.

Diketahui, tindakan tegas yang dilakukan penyidik pidana khusus ini merupakan bagian dari komitmen Kejaksaan dan juga bagian dari peringatan Hari Anti Korupsi sedunia 2023.

Editor : Aris S



Berita Terkait