Cegah Korban Jiwa, KPPS di Mojokerto Wajib Lalui Screening Kesehatan

© mili.id

KPU Mojokerto  menggelar media gathering.(Karina/mili.id)

Mojokerto - Calon petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024 bakal dilakukan screening kesehatan sebagai salah satu syarat pendaftaran di KPU Mojokerto.

Divisi Humas KPU Kabupaten Mojokerto Jainul Arifin menjelaskan, screening kesehatan wajib dilakukan agar peristiwa pada Pemilu 2019 dengan adanya petugas PPS ataupun KPPS meninggal dunia karena kelelahan dan faktor usia ini tidak terulang lagi.

Untuk itu, lanjut Jainul, saat Pemilu 2024 nanti petugas KPPS diwajibkan maksimal berusia 55 tahun. Selain itu, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memeriksa kesehatan petugas KPPS. Mulai dari tekanan darah, hipertensi, gula darah, dan kolesterol.

"Sebagai informasi hasil koordinasi KPU dengan dinkes kemarin sore, bahwa pemeriksaan kesehatan sebagai persyaratan pendaftaran KPPS InsyaAllah gratis. Untuk pelaksanaan tes kesehatan menunggu instruksi kami," ujar Jay sapaan akrabnya, Kamis (7/12/2023).

Selain itu, Jay menambahkan, nantinya Dinkes akan menambah petugas kesehatan yang ada di setiap desa (perawat desa) untuk memudahkan pemeriksaan kesehatan. Jadi pemeriksaan bisa dilakukan kolektif disetiap desa melalui perawat desa.

"Untuk itu dinkes akan mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan hal-hal tersebut," ucapnya.

Untuk mengurangi beban kerja petugas KPPS saat pemungutan maupun penghitungan, lanjut Jay, pihak KPU RI memperbolehkan petugas KPPS, penggandaan salinan dalam pelaporan menggunakan printer atau scanner.

“Dalam penggandaan salinan hasil, untuk parpol maupun pengawas, tidak lagi ditulis manual yang rangkap- rangkap, tapi bisa di fotocopy, bisa scanner maupun print, itu semua sudah dianggarkan oleh KPU RI,” tandas Jainul.

Editor : Aris S



Berita Terkait