Pelajar SMP di Surabaya Tewas Tawuran, Teman Korban Tidak Ada yang Berani Menolong

© mili.id

Lokasi kejadian tawuran yang mengakibatkan korban tewas. (dok. Rama Indra/mili.id)

Surabaya - Keluarga M (15), pelajar SMP yang tewas di dekat perlintasan kereta api, Jalan Kenjeran, Surabaya, mengungkapkan bila dari kesaksian teman korban, mereka tidak ada yang tak berani menolong.

Hal ini seperti yang diutarakan Rita, ibu korban tinggal di Jalan Kapasari Pedukuhan V bila saat kejadian dirinya tidak ada yang memberi informasi, termasuk juga teman teman dari M.

Dia justru tahu dari tetangganya, yang saat itu mengabarkan bahwa anaknya yang nomor tiga dari lima bersaudara sudah tak bernyawa.

"Pukul tiga pagi. Teman temannya tidak ada yang memberi kabar, tahu-tahu sudah diangkut becak menjadi jenazah saat dibawa ke rumah sakit," jelas Rita, Ibu dari M pelajar yang tewas saat tawuran.

Kata tukang becak, lanjut Rita, disaat tawuran berlangsung teman-teman M tidak ada berani menolong bahkan mendekat.

Menurutnya, anaknya yang masih SMP kelas 9 itu dikeroyok oleh remaja lain yang membawa senjata tajam.

"Jadi, M itu katanya tidak ada yang membantu dan temannya gak berani nolong. Dibantu gimana, masanya banyak bawa penghabisan," terangnya.

Tawuran itu akhirnya bubar, dan kondisi korban sudah tidak bergerak. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit Adi Husada Kapasari namun nyawanya tak tertolong.

"Dibawa ke rumah sakit, sampai di trotoar Adi Husada, Kapasari. M sudah meninggal dunia," tutupnya.

Untuk informasi, Kapolsek Simokerto Kompol Moh. Irfan mengungkapkan, bahwa beberapa identitas anggota kelompok tawuran itu sudah dikantongi.

"Beberapa identitas, termasuk terduga pelaku pembacokan sudah kami kantongi. Kini masih tahap penyelidikan," tandasnya.

Tawuran itu pecah ketika palang pintu tertutup lantaran ada kereta api yang melintas. Korban M tewas dibacok, dengan luka robek di bagian punggung. Sabtu (9/12/2023), sekitar pukul 03.00 WIB.

 

Editor : Aris S



Berita Terkait