Unusa Gelar Istigasah Akbar di Surabaya untuk Palestina

© mili.id

Foto: Rudi for Mili.id

Surabaya - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar istigasah akbar dan melakukan penghimpunan donasi kemanusiaan untuk membantu warga Palestina yang berada di tengah-tengah konflik dan krisis kemanusiaan.

Istigasah yang juga menghadirkan mantan wakil Badan Intelijen Nasional Tahun 2000-2011 , K.H. As’ad Said Ali, K.H. Lora Muhammad Ismael Al Kholilie, dan dua warga Palestina, Ihsan Idress dan Mutasem Abuzahra. Kegiatan itu di helat di Masjid Nasional Al-Akbar, Jumat (8/12/2023) malam.

Dalam orasinya, K.H As’ad Said Ali menyampaikan sejarah serta megajak masyarakat Indonesia untuk lebih menengok fakta kondisi yang saat ini terjadi di Palestina.

"Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan dukungan dan keprihatinan kita terhadap Palestina, baik moral maupun materil seperti dalam bentuk kegiatan ini,” ujar KH As'ad Said.

Pada kesempatan yang sama, sepasang suami istri asal Palestina, Ihsan Idress dan Mutasem Abuzahra, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari warga Indonesia.

“Dua bentuk dukungan yang sangat berarti bagi kami warga Palestina, yakni doa dan donasi, kami sangat berterima kasih. Dan kami akan terus berjuang disana untuk kesejahteraan dan melindungi Masjid Al-Aqsha,” ujarnya.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menjelaskan bahwa sebagai institusi pendidikan, Unusa memiliki peran untuk tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang peduli, memiliki empati, dan siap bertindak untuk kebaikan bersama.

Menurutnya, komitmen Unusa dalam kegiatan solidaritas untuk Palestina merupakan cerminan peran nyata institusi pendidikan dalam mewujudkan perubahan sosial dan kemanusiaan.

Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi semangat kepedulian dan kebersamaan warga Indonesia dalam membantu warga Palestina yang tengah berjuang mendapatkan kedaulatannya.

“Unusa menginisiasi kegiatan solidaritas ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan moral, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina yang membutuhkan. Apalagi sebagai umat muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk tidak bersikap acuh dan pasif terhadap konflik yang terjadi di Palestina,” tukasnya.

Lanjutnya, kemajuan teknologi saat ini memberikan kemudahan bagi umat muslim untuk menyuarakan dan memberikan bantuan kepada warga Palestina.

“Aksi solidaritas ini bukanlah kewajiban yang terbatas oleh batas agama, politik, atau etnis, melainkan sebuah tanggung jawab kemanusiaan yang bersifat universal,” ujarnya.

Acara yang diselenggarakan oleh Unusa ini diisi dengan serangkaian kegiatan mulai dari salat ghaib, istigasah akbar, hingga penggalangan dana yang telah berjalan dua minggu sebelum acara berlangsung dan akan terus dibuka hingga tanggal 31 Desember 2023 mendatang.

 

Editor : Aris S



Berita Terkait