Wali Kota Surabaya Pastikan Daerah Rawan Banjir akan Surut 30 menit

© mili.id

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat ditemui awak media di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya, Sabtu (9/12/2023) sore.(foto: Shella/mili.id)

Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi titik-titik yang rawan banjir, dengan mengedukasi dan memastikan daerah tersebut ketika hujan, akan menyusut setelah 30 menit.

"Tapi saya pastikan 30 menit bisa hilang. Sehingga, itu yang bisa saya lakukan, tidak bisa menghilangkan nol," ungkap Wali Kota Eri Cahyadi ketika ditemui awak media, di Ruang Kerja Wali Kota, Surabaya, Sabtu (9/12/2023) sore.

Wali Kota Eri menyampaikan, mengapa ia mengupayakan ketika hujan tidak sepenuhnya bisa menghilangkan.

Sebab, saat ia turun ke lokasi-lokasi daerah yang mengalami banjir, terdapat beberapa rumah yang dibangun di atas saluran, atau rumah di kawasan kampung tersebut tidak memiliki saluran.

"Seluruh saluran yang ada di sana, Alhamdulillah, salurannya dibuat untuk teras rumah. Rumahnya juga bertingkat di atas saluran. Bahkan ada di tempat pembuangan di sungai berdiri rumah, sungainya lebarnya 8 m sekarang tinggal 2 meter setengah," kata Wali Kota Eri.

Kemudian, Eri menjelaskan kepada warga, ia menjadi seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk melakukan edukasi.

"Jadi saya kemarin lakukan edukasi ini saya sampaikan kepada warga, Pak kalau model seperti ini maka warga itu butuh kumpul, lah kumpul itu buat apa, dibuat bongkar rumah itu, tapi warga kalau kasihan jangan ngeluh kalau daerahnya banjir," ujar Eri.

Ia mengaku, masalah kebanjiran ini tidak akan selesai jika masih ada rumah yang dibangun di atas saluran. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melayani masyarakat yang baik dan bisa menjaga lingkungannya sendiri.

"Lah, ini yang saya katakan saya mengedukasi warga selagi itu tidak pernah selesai maka masalah ini tidak pernah selesai. Karena pemerintah itu melayani masyarakat tapi masyarakat yang baik dan masyarakat yang benar. Kalau masyarakat gak apik, gak bener ya aku ngelayani opo. Makanya saya lakukan edukasi sehingga apa, posisinya masyarakat itu harus menjaga lingkungannya," tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mencontohkan suatu daerah yang selalu mengalami kebanjiran, namun tidak pernah mengeluh. Karena, mereka tau sumber masalahnya ada di masyarakat itu sendiri.

"Ada daerah Tandes sana itu ada yang wilayahnya bagus tapi banjir. Tapi saya sampaikan, kalau di situ itu ada yang menutup saluran dan macam-macam, terus saya tidak bisa lagi menyelesaikan banjir di sana, maka saya lakukan ketika hujan, maksimal 30 menit dia hilang. Karena, kalau saya kembalikan fungsinya insyaallah rumahnya tak ilangin," paparnya.

Saat mengedukasi, ia menginginkan jika masyarakat tahu diatas saluran ada rumah, masyarakat juga berani untuk membongkar untuk mengatasi banjir. Karena, persoalannya ada bangunan diatas saluran.

"Jadi saya begini loh kalau tahu di atasnya saluran ada rumah ya Wani bongkar. Jangan ngomong gak tega, ya udah kalau kasian gak usah ngeluh, gak usah sambat banjir. Nah itu harus saya edukasi, karena itulah kehidupan," terangnya.

"Orang-orang, warga disana iku meneng. Lah, warganya meneng, moro-moro pemerintah iki bersih-bersihin sendiri terus ya apa, warganya kan harusnya tahu. Saya kasih tahu kemarin, warganya itu ya kudu berani sampeyan, tapi lek sampeyan wani, tapi gak mampu, nah ngomong di pemerintah. Pemerintah turun bareng-bareng, tapi kudu Wani bongkar," imbuhnya.

Diluar daerah yang bermasalah terkait tertutupnya saluran sehingga membuat banjir, Pemkot akan tetap memperbaiki Jalan Raya agar tidak banjir.

"Jadi teman-teman, nanti kalau ada banjir, karena insya Allah yang Jalan Raya tak dandani kabeh (red: perbaiki semuanya). Tapi kalau kampung-kampung yang memang sudah benar akan saya perbaiki," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait