Temuan Potongan Payudara di Surabaya, Polisi Periksa Pihak RS Muji Rahayu

© mili.id

Polisi menunjuk kantong plastik yang berisi potongan payudara.(dok/mili.id)

Surabaya - Polisi masih terus menyelidiki terkait temuan potongan payudara di Sungai Adventure Land, Jalan Romokalisari I, Benowo, Surabaya.

Kapolsek Benowo AKP Nurdianto Eko Wartono mengatakan, polisi juga memeriksa pihak Rumah Sakit Muji Rahayu..

Sebab RS tersebut diduga sebagai tempat penanganan potongan payudara tersebut.

"Ini masih kita proses, kita periksa. Hasilnya belum ya, karena hari ini baru kita periksa. Iya (RS) Muji Rahayu, Tandes," katanya melalui sambungan telepon.

Nurdianto menambahkan, RS Muji Rahayu diperiksa setelah suami pemilik payudara yang dibuang itu dimintai keterangan.

"Karena kita kan sudah mengantongi nama pemilik organ tersebut, namun yang bisa menjelaskan bahasa medis itu dari pihak rumah sakit," tambahnya.

Sementara terkait identitas pemilik payudara itu ialah MLA, yang merupakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di Surabaya.

"Ini masih kami proses juga. Jadi ini terkait aib, kami belum bisa memaparkan identitasnya, kita pakai inisial MLA itu. Intinya dia itu asli orang NTT, KTP NTT tinggal sekitar Surabaya, orangnya ada di Surabaya," pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menduga potongan tubuh payudara yang ditemukan di Adventure Land, Jalan Romokalisari I, Benowo, Surabaya itu berasal dari salah satu rumah sakit.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, Tim Inafis telah membawa potongan tubuh tersebut ke RSUD dr Soetomo, sebagai salah satu upaya penyelidikan.

"Informasi yang kami terima bahwasanya ada paket tersebut (potongan payudara) milik dari Rumah Sakit Muji Rahayu," katanya, Jumat (8/12/2023).

Hendro menjelaskan, dugaan tersebut di dasari dengan adanya pasien yang menjalani operasi payudara di sana pada sebelumnya. Kini polisi masih melakukan penyelidikan dengan memanggil pihak rumah sakit.

"Kami masih melakukan pendalaman. Polsek Benowo telah memanggil pihak rumah sakit untuk melakukan klarifikasi," pungkasnya.

 

Editor : Aris S



Berita Terkait