Rapikan Taman, Pasutri Dianiaya Tetangga Pakai Linggis di Mojokerto

© mili.id

Tim Inafis Polres Mojokerto Kota melakukan olah tempat kejadian penganiayaan pasutri. (Nana/Mili.id)

Mojokerto - Sepasang suami istri dianiaya tetangganya menggunakan linggis dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto, Minggu (10/12/2023).

Korban Restu Juwono (57) dan istri Teresia Samio Puji Tresnani (56). Sedangkan pelaku Sutomo (52) yang sama-sama tinggal di Gang Pangreman 6, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Diduga aksi penganiayaan ini dilakukan pelaku karena tak terima pembuatan taman mini di depan rumah korban yang ada didekat saluran air tertutup paving block.

Anak ketiga korban DAN (16) mengatakan, peristiwa penganiayaan oleh pelaku itu secara spontan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu ia, bersama kedua orangtuanya sedang merapikan taman yang berada di depan gerbang rumah.

Namun, tiba-tiba pelaku Sutomo keluar dari garasi miliknya yang sedang di renovasi dan berada tepat di depan rumah korban. Dengan membawa perkakas bangunan dan memukulnya secara bertubi-tubi ke pasutri.

Hingga tengkuk Restu Juwono mengalami luka parah, sedangkan istrinya Teresia mengalami patah tulang di kedua tangan usai berusaha menangkis pukulan linggis yang mengarah ke kepala korban.

DAN bahkan nyaris jadi sasaran penganiayaan juragan kos ini. Namun, anak bungsu ini berhasil melarikan diri setelah melihat sang ayah dipukul menggunakan linggis.

"Angkat pot, lah tiba-tiba inisial S tadi nyerang dari belakang, dari garasinya lari ke arah saya, ayah saya. Terus dipukul, saya kena incar juga tapi saya berhasil hindar, saya lari. Ibu saya posisi di sini (gerbang rumah korban), ibu saya jadi pukalan juga. Mau nyasar kepala tapi ditolak, ibu saya kena tangan dua-duanya patah. Ayah kena sininya (tengkuk)," beber ADN.

Anak bungsu pasutri Restu Juwono dan Teresia ini mengaku tak mengetahui pasti apa permasalahan tetangganya tersebut nekat menyerang kedua orangtuanya membabi buta.

Hanya saja, pelaku pernah meminta taman mini yang dibuat keluarga korban untuk penghijauan itu dibongkar. Agar jalan gang tersebut bisa lebih lebar.

"Gak tau tiba-tiba nyerang gitu aja. Masalah tanaman, ini lho taman kecil, taman yang panjang. Itu kan katanya (Korban Teresia sang ibu) ada program penghijauan. Terus depan rumah ibu sudah nanam lama. Si S tadi itu minta dibongkar sudah bagus sudah rapi," imbuhnya.

Aksi penyerangan secara tiba-tiba ini juga dibenarkan Gaguk, tukang yang membantu pelaku memperbaiki garasinya. Ia bahkan sempat melerai pelaku dengan kedua korban tapi tak berhasil. Hingga akhirnya meminta pertolongan para tetangga untuk menolong korban.

"Kayak orang kalap gitu (pelaku Sutomo). Yang mukul yang punya garasi, tempat saya kerja. (Kedua korban) Langsung di bawa ke rumah sakit, istri patah (kedua tangan). Saya misah mau kena pukul juga, saya minta tolong orang aja," ujarnya.

Usai mengalami penganiayaan, pasangan suami istri ini pun langsung dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan pelaku langsung diamankan Polres Mojokerto Kota dari kediamannya tanpa perlawanan sekitar pukul 14.17 WIB. Tim Inafis lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara, Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Maryoko saat dikonfirmasi peristiwa penganiayaan ini, mengaku masih melakukan pengecekkan dan penyelidikan. "Masih dicek anggota kami. Nanti kami sampaikan, terimakasih," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait