Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Wisatawan Nataru 2024

© mili.id

Kebun Binatang Surabaya, salah satu destinasi favorit masyarakat saat libur Nataru.(Humas Pemkot Surabaya for Mili.id)

Surabaya - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempersiapkan antisipasi untuk lonjakan wisatawan.

Sedangkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan memperbanyak petugas jaga di tempat-tempat wisata.

"Jadi nanti setiap tempat, termasuk taman dan tempat-tempat hiburan yang ada di Kota Surabaya akan diperkuat, diperbanyak pasukan yang akan ada di posisi itu," ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Minggu (10/11/2023).

Salah satunya, Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menjadi pilihan destinasi favorit masyarakat pada hari libur. Wali Kota Eri mengatakan akan mengantisipasi tingginya jumlah pengunjung tersebut.

"Kita sampaikan nanti pembelian tiket (KBS) menggunakan aplikasi dengan jumlah yang ada di kapasitas maksimal. Jadi kalau kapasitas maksimalnya itu sampai jam segini, maka kita perhitungkan yang saya minta kemarin sampai berapa jam, dia (pengunjung) baru bisa masuk lagi, masuk lagi. Ini masih dihitung sama teman-teman," jelas dia.

Diketahui sebelumnya, kasus Covid-19 mengalami kenaikan. Maka dari itu, pihaknya menyebut masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terkait aturan dari Pemerintah Pusat.

"Jadi kita menunggu nanti seperti apa, apakah memang diperbolehkan (wisata) tetapi menggunakan masker atau dibatasi jumlahnya. Jadi kita menunggu aturan dari pemerintah pusat," tuturnya.

Sementara itu, untuk mengatasi masalah kemacetan akibat jumlah pengunjung yang membludak, Pemkot menyediakan lahan parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), untuk menampung kendaraan pengunjung.

"Tempat parkir (sekitar KBS) nanti kita nolkan untuk masuk ke TIJ. Jadi semuanya parkir di sana (TIJ) untuk menyebrang. Tapi nanti kita berikan banyak (petugas) Dishub dan Satpol PP untuk bantu menyeberangkan orang. Jadi nanti tidak boleh ada parkir di situ (sekitar KBS)," terangnya.

Di sisi lain, lelang terkait pembangunan tunnel atau terowongan bawah tanah, yang menghubungkan TIJ - KBS, akan dilaksanakan kembali di awal 2024.

"Kemarin sudah lelang tidak ada yang menang, karena mungkin harganya, waktu itu naik-naiknya harga, jadi orang mau menawar takut rugi. Semoga InsyaAllah di tahun 2024, di bulan Januari kita lelang akan selesai," tandasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait