Dukung Pertubuhan Ekonomi, Kini BTN Syariah Buka di Jember

© mili.id

Pembukaan KCS BTN cabang di Jember, siap memberikan layanan perbankan.(Atta for mili.id)

Jember - Dengan melihat potensi bisnis yang luas dengan target utama nasabah kalangan umat muslim, Kantor Cabang Syariah (KCS)  PT. Bank Tabungan Negara (BTN) membuka cabang di Jember.

Menurut PJ KCS BTN Syariah Jember Muhammad Solihin, dibukanya layanan pembiayaan perbankan syariah ini bertujuan untuk membantu masyarakat Jember, serta mendukung upaya pemkab untuk pertumbuhan ekonomi.

"Dengan adanya (pembiayaan perbankan) syariah ini, karena background Jember yang mayoritas muslim. Sehinhga bisa bertransaksi di BTN Syariah," kata Solihin saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Selasa (12/12/2023).

Alasan dibukanya cabang di Jember, dijelaskan Solihin, ada beberapa faktor yang menjadi perhatian pihaknya, terlebih terkait pengembangan potensi bisnis.

"Jember ini, dibanding 3 kota penyangga di Jatim ada Surabaya, Malang, dan tidak ada kota lain selain Jember ini. Terlebih dan terbukti, Jember dinilai lebih maju dan memiliki potensi bisnis yang berkembang," ucapnya.

Masih menurut Solihin, didukung banyaknya kampus (perguruan tinggi dan swasta) serta fasilitas umum yang juga sudah lengkap, menjadi faktor dibukanya cabang BTN di Jember.

Terkait alasan menyasar umat muslim di Jember, lanjutnya, karena dua ormas terbesar juga ada di Kota Tembakau ini.

"Transaksi syariah sangat potensial di Jember, banyak pesantren-pesantren, kiai-kiai NU dan Muhammadiyah. Sehingga itulah sasaran market kami," ucapnya.

Menambahkan dari yang disampaikan Solihin, alasan dibukanya layanan perbankan syariah milik BUMN di Jember. Karena potensi masyarakat mayoritas muslim, yang ingin menggunakan jasa layanan perbankan berlandaskan prinsip syariah.

“Kami membuka diri untuk semua kalangan, namun secara khusus segmen yang kami bidik adalah perorangan atau lembaga atau institusi yang berada di ekosistem islami, seperti lembaga pendidikan, kelompok ibadah, badan wakaf, lembaga amil zakat dan lain sebagainya,” kata Kepala Divisi Syariah Bank BTN Abdul Firman.

Firman juga menyampaikan, langkah perusahaan perbankan syariah itu melakukan ekspansi di Jember.

Juga berangkat dari keberhasilan jaringan BTN Syariah yang mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 17,94 persen (yoy) dari Rp 30,35 triliun menjadi sekitar Rp. 35,79 triliun per kuartal III/2023.

"Aset UUS BTN juga tercatat tumbuh sekitar 17,26 persen (yoy) dari Rp 41,29 triliun menjadi sekitar Rp 48,41 triiliun per kuartal III/2023," ucapnya.

Firman juga menambahkan, untuk fasilitas perbankan yang akan diberikan. Pihaknya mengaku siap memberikan layanan perbankan, mulai dari tabungan serta termasuk pembiayaan perumahan.

"Nah khusus untuk pembiayaan perumahan, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), masih ada lebih dari 461 ribu keluarga di Jawa Timur belum memiliki rumah. Kami akan menangkap peluang tersebut dengan produk unggulan BTN Syariah, diantaranya KPR Platinum, KPR Tapera Syariah, KPR Sejahtera serta pembiayaan lain seperti pembiayaan tunai emas dan juga produk tabungan ibadah seperti Tabungan BTN Haji dan Umroh iB dan Tabungan BTN Qurban iB,” tuturnya.

Dia menargetkan, KCS Jember dalam 5 tahun ke depan dari sisi Dana Pihak Ketiga diharapkan tumbuh di atas Rp 44 miliar setiap tahunnya, sementara pembiayaan dapat tumbuh sekitar Rp 100 miliar setiap tahun.

“Kami optimistis target-target tersebut dapat tercapai terlebih dengan potensi perkembangan ekonomi yang beragam di Jember yang akan meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya.

Sementara itu menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember, Tita Fajar Ariyatiningsih, adanya layanan perbankan di bidang syariah, khususnya untuk pembiayaan perumahan, pihaknya mengamini alasan yang disampaikan oleh pihak KCS BTN Syariah.

"Memang orang-orang memiliki alasan berbeda, ada yang tertarik dengan berbasis syariah, dan juga ada yang lainnya atau yang umum. Itu semua pilihan. Dengan adanya BTN syariah ini, menjadikan masyarakat Jember mempunyai pilihan. Kemudian kami juga melihat potensi pertumbuhan perekonomian yang nanti akan terus berkembang," kata Tita.

"Soal rumah, tentu nanti bisa membantu masyarakat yang saat ini masih belum memiliki tempat tinggal. Tapi menginginkan layanan syariah," imbuhnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait