Dalang Tewasnya Pelajar SMP di Surabaya Terungkap, Ini Kata Orangtua Korban

© mili.id

Ayah pelajar SMP di Surabaya yang tewas saat tawuran (Foto: Rama Indra/mili.id)

Surabaya - Dalang di balik tewasnya pelajar SMP saat tawuran di Jalan Kenjeran Surabaya telah terungkap. Ayah korban mengaku lega mendapat kabar tersebut.

Pelajar SMP itu berinisial M (15), asal Jalan Kapasari Pedukuhan V, Surabaya. Dia tewas dibacok saat tawuran dekat perlintasan kereta api Jalan Kenjeran pada Sabtu (9/12/2023).

"Lega. Mungkin anak saya juga merasakannya dari dalam kubur. Saya sampaikan terimakasih kepada Polrestabes Surabaya," tutur Antonius Alexander (51), ayah korban saat ditemui mili.id di rumahnya, Rabu (13/12/2023).

Seperti diketahui, Satreskrim Polrestabes Surabaya telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus ini. Dari 5 tersangka, dua di antaranya adalah pembacok korban hingga tewas.

Menurut Antonius, sejak tahu anaknya tewas saat tawuran, dia selalu memendam rasa emosi, serta menekan batinnya.

"Salah satu mungkin karena faktor lingkungan bermain. Istri yang paling merasakan terpukul atas kepergian anak saya ini," ungkap dia.

Antonius menjelaskan, saat menyaksikan sejumlah luka bacok di tubuh anaknya, dia sempat berniat bertindak seorang diri.

"Kala itu saya ingin mencari pelakunya sendiri, tetapi mengetahui pelakunya yang masih anak-anak, saya urungkan niat itu. Luka di tubuh anak saya lihat lebih dari enam," bebernya.

Luka itu tiga bagian di bagian punggung, serta tiga di bagian dada kanan dan kiri.

"Di punggung ini ada tiga luka robek, dan yang paling parah di bagian pinggang. Serta terdapat luka sabetan sajam di dada ada tiga," tambahnya.

Antonius juga menyebut bahwa terdapat luka lebam di lengan kanan serta patah tulang di pergelangan kaki kanan.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono menyebut bahwa lima tersangka masih berstatus anak di bawah umur.

Lima tersangka itu adalah APS (17) dan JLS (18), berperan menghabisi nyawa korban dengan senjata celurit. Dan tiga tersangka lain, yaitu GLS (17), MDP (17), dan PAP (18), membawa senjata tajam saat tawuran.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait