OJK Jember Terima 631 Aduan Selama Tahun 2023, Nasabah Sektor Perbankan Mendominasi

© mili.id

Kepala OJK Jember, Hardi Rofiq Nasution dalam media gathering bersama PWI wilayah Sekarkijang di Hotel Kokoon Banyuwangi - (Foto: Deni AW/mili.id)

Banyuwangi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember menerima 631 aduan terhadap Lembaga Jasa Keuangan (LJK) selama Tahun 2023 hingga periode Desember.

Dari jumlah tersebut, kasus pengaduan nasabah dari sektor perbankan mendominasi atau sebesar 43,25 persen.

Aduan nasabah kepada OJK Jember itu diterima melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) secara walk in dan melalui surat.

OJK Jember meliputi wilayah kerja Sekaresidenan Besuki dan Lumajang (Sekarkijang). Ada 5 wilayah kerja OJK Jember, yaitu Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang.

Hal ini disampaikan Kepala OJK Jember, Hardi Rofiq Nasution saat media gathering bersama anggota PWI wilayah Sekarkijang di Hotel Kokoon, Banyuwangi pada Rabu (13/12/2023) malam.

"Dari 631 pengaduan yang didominasi sektor perbankan itu, permasalahan paling sering ditemui terkait restrukturisasi dan pelunasan kredit," ungkap Hardi.

Sementara untuk permintaan laporan informasi debitur/Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) hingga periode Desember 2023, telah tercatat 3.428 permintaan secara walk in maupun online.

Salah satu akar persoalan yang terjadi antara debitur dan kreditur adalah literasi keuangan yang rendah.

"Oleh sebab itu, OJK Jember turut aktif melaksanakan kegiatan literasi keuangan kepada sasaran prioritas literasi keuangan Tahun 2023," papar Hardi.

Di antara target sasaran sosialisasi itu adalah kalangan pelajar/santri, UMKM, penyandang disabilitas dan masyarakat daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tetinggal).

"Hingga periode Desember 2023, OJK Jember telah melaksanakan 29 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau 4.103 orang dari berbagai kegiatan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait