Covid-19 Diklaim Terus Bermutasi, Kadinkes Jatim: Terapkan Prokes dan Lengkapi Vaksin

© mili.id

Kadinkes Jawa Timur Dr Erwin Astha Triyono. (Ist for Mili.id)

Surabaya - Covid-19 disebut selalu bermutasi. Saat ini kasus covid-19 di Jatim ditemukan 36 orang terkonfirmasi pada Desember dan menempati bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit terisi 0,6 persen.

Kadinkes Jawa Timur Dr Erwin Astha Triyono, mengimbau masyarakat supaya tetap tenang dan tak perlu panik, khususnya yang sudah melakukan vaksinasi lengkap.

"Covid-19 itu tetap akan ada di sekitar kita, karena dia terus bermutasi, sehingga kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan segera lengkapi status vaksinasi Covid-19," kata Erwin, Kamis (14/12/2023).

Ia melanjutkan, kenaikan kasus ini didominasi oleh subvarian Omicron XBB 1.5 yang juga menjadi penyebab gelombang infeksi Covid-19 di Eropa dan Amerika Serikat. Selain varian XBB Indonesia juga sudah mendeteksi adanya subvarian EG2 dan EG5 atau Eris.

"Meskipun ada kenaikan, kasus ini masih jauh lebih rendah dibandingkan saat pandemi yang mencapai 50.000 sampai 400.000 kasus per minggu di Indonesia," jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 10 Desember 2023, total kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia yaitu sebanyak 6.815.156 kasus dan total kasus meninggal sebanyak 161.923 kasus.

Sedangkan untuk kasus konfirmasi Covid-19 di Jawa Timur berdasarkan website nasional pelaporan covid melalui https://allrecord-tc19.kemkes.go.id dari Januari sampai dengan November 2023, ditemukan sebanyak 10.156 kasus.

"Namun, jika kita lihat data 3 bulan terakhir, belum ada kenaikan kasus konfirmasi secara signifikan, dimana pada bulan September 2023 ditemukan sebanyak 57 kasus, bulan Oktober 2023 ditemukan sebanyak 46 kasus, dan di bulan November 2023 ditemukan sebanyak 76 kasus," tegasnya.

Kendati Jawa Timur belum ada lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan, Dr Erwin tetap mengimbau masyarakat yang memiliki gejala Covid-19, seperti demam atau sesak napas, sebaiknya melakukan rapid test antigen di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Jika hasilnya positif namun gejalanya ringan, segera melakukan isolasi mandiri, jika gejalanya berat segera ke rumah sakit terdekat," ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur beserta jajarannya telah melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/ kota dalam penanganan Covid-19.

Selain itu, menyediakan logistik vaksin Covid-19 dan melaksanakan vaksinasi, melakukan pemeriksaan laboratorium atau diagnosis kasus Covid-19, melakukan pelayanan kasus Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan, serta melakukan koordinasi dengan KKP terkait pengawasan terhadap pelaku perjalanan untuk mencegah transmisi Covid-19.

Editor : Achmad S



Berita Terkait