Komisi B Respon Upaya Pelatihan Pedagang Hingga Lapangan Pekerjaan Live Streaming

© mili.id

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Alfian Limardi. (Shella/Mili.id)

Surabaya - Alfian Limardi, anggota DPRD Kota Surabaya Komisi B tentang Perekonomian dan Keuangan, merespon baik upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang akan memberikan pendampingan teknologi terhadap penjual di Pasar Turi.

"Karena mau gak mau, dunia digital itu sudah mencakup semua aspek kehidupan. Bahkan kalau kita berdasarkan data itu aja, sempat data yang saya dapatkan itu tiktok sehari, berapa M waktu itu ya? Sekitar 70 M, tergantung data," jelas Alfian Limardi di Ruang Komisi B, DPRD Kota Surabaya, Kamis (14/12/2023).

Alfian menyampaikan jika saat ini hanya mengandalkan cara lama yang menunggu penjual datang, tidak efektif lagi.

"Jadi kalau kita hanya mengandalkan penjualan metode konvensional, mengandalkan tamu yang datang, itu ya itu kita bilang sudah gaya yang lama yang sudah kurang efektif," kata Alfian.

Anggota Komisi B yang juga dari Fraksi Partai Solitaritas Indonesia (PSI) menyebut, agar pelatihan dapat menyasar seluruh pasar yang ada di Surabaya. "Kalau saya pikir justru harusnya itu dilakukan bukan cuma ini, cuma pasar turi yang ini, tapi juga ke pasar-pasar lain kita juga. Ya pasar bong, pasar kapas krampung. Itu kan juga ada tuh tekstilnya," ujarnya.

Ia menambahkan, agar pedagang dapat konsisten melakukan live shopping, pelatihan yang diberikan Pemkot Surabaya tidak hanya dilakukan satu-dua kali saja.

"Tapi saya pikir juga sampai sebulan, bahkan sampai 3 bulan. Nah kan nanti bisa diliat, oke mau pake cara lama atau pakai cara yang baru nih, yang baru hasilnya sekian, yang lama ya mereka punya data kan, bisa dicompare," usulnya.

Maka dari itu, ia berharap kedepannya akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi para host live shopping. Dengan adanya tenaga tambahan, dalam sehari yang bisa melakukan live shopping selama beberapa kali.

"Harapannya setelah itu pedagang-pedagang ini, mereka bisa merekrut nih, kan kita juga banyak nih temen-temen yang muda. Karang taruna, yang mungkin daripada tiap hari cuma main Mobile Legends aja, yuk jualan juga," harapnya.

"Kalau mau 24 jam (live shopping) juga boleh, tapi kan dibagi-bagi. Yang saya tau paling maksimum 2-3 jam. Karena ngobrol di depan, gak ada penonton, dan kita harus membawa itu dengan menarik," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait