Pohon Natal Disebut Dipelopori Jerman, Begini Sejarah dan Maknanya

© mili.id

Ilustrasi (Foto: Freepik)

mili.id - Pohon Natal yang hadir setiap tahunnya menghiasi perayaan Natal, disebut dipelopori negara Jerman.

Pohon Natal adalah pohon cemara hijau atau pinus yang dihias dengan lampu dan berbagai ornamen untuk meramaikan perayaan Natal. Selain hiasan, biasanya tumpukan kado juga diletakkan di dekat pohon Natal.

Berdasarkan perkembangannya, pohon Natal terbagi menjadi pohon Natal tradisional dan modern. Pohon Natal tradisional merupakan pohon cemara digunakan oleh orang Romawi awal untuk menghiasi kuil pada festival Saturnalia.

Bicara soal pohon Natal, Jerman disebut-sebut negara pelopor. Menurut beberapa sejarawan, kemungkinan besar berasal dari wilayah Alsace yang dulunya bagian dari Jerman pada abad ke-16.

Sebagian Umat Kristiani Jerman saat itu taat membawa pulang sebuah pohon hias ke rumah mereka. Beberapa orang ada yang membangun piramida Natal dari kayu dan menghiasinya dengan pohon cemara.

Dalam kisah lain diceritakan tradisi pohon Natal dan hiasannya berawal dari Martin Luther, seorang reformis Protestan.

Pada 1882, ketika sedang berjalan di malam hari, Luther terkesima karena melihat sebuah kelap-kelip bintang dari sela-sela pepohonan.

Luther pun terinspirasi ingin menghadirkan sinar-sinar itu dengan memasang lilin ke sebuah pohon yang berada di rumahnya. Setelah itu, imigran Jerman membawa tradisi tersebut ketika sedang bermukim di negara lain.

Pada abad ke-18, pohon Natal sudah mulai tersebar di seluruh Eropa. Setelah itu, popularitas pohon Natal terus mengalami perkembangan hingga ke negara-negara lainnya.

Bagi umat Kristiani, makna dari pohon Natal adalah tanda lahirnya Tuhan Yesus Kristus ke dunia.

Ranting dan semak pohon dipandang sebagai lambang keabadian dan melambangkan mahkota duri yang digunakan Yesus di kepalanya saat akan dipaku di kayu salib.

Selain itu, setiap hiasan yang digunakan untuk memperindah pohon Natal juga dipercaya memiliki makna tersendiri, misalnya kedamaian, cinta, kebaikan, kegembiraan, kebaikan, dan kesetiaan.

Proses menghias pohon Natal juga menyimpan makna tersendiri, yakni memberi seluruh keluarga waktu yang berharga dalam kebersamaan.

Setiap anggota keluarga yang menghias pohon Natal mendapat kesempatan untuk mengucapkan doa-doa dan harapan dalam menyambut Hari Natal.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait