Pilu Mantan TKW asal Bondowoso: Sempat Terlantar di Malaysia, Kini Masuk Panti Jompo

© mili.id

Kolase SR dievakuasi ke UPT PSTW Provinsi Jatim (Foto: Tangkapan layar video TikTok)

Bondowoso - Nasib pilu dialami oleh SR, mantan tenaga kerja wanita (TKW) Malaysia asal Desa/Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso.

TKW yang bekerja sejak Tahun 2008 itu sempat terlantar di Malaysia pada April 2023.

Dia sempat ditemukan oleh artis Uya Kuya dan kemudian dideportasi ke kampung halaman pada pertengahan April 2023 lalu.

SR memiliki dua orang anak. Di antaranya S, anak dengan suami pertama dan B anak dari suami kedua.

Informasi yang didapat mili.id, SR berangkat ke Malaysia sejak B kecil dan tidak pernah kembali lagi, sampai ditemukan Uya Kuya.

Setelah dipulangkan ke kampung halaman, SR sempat tinggal bersama anak-anaknya.

Namun semenjak SR mengalami sakit, ia kerap buang air besar dan kecil sembarangan di celana.

Diduga akibat tidak mampu dari sisi ekonomi dan cara merawat SR, anak-anaknya sepakat mengontrakkan SR di sebuah rumah di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso.

"Beliau tinggal di sana sejak 6 bulan lalu. Dikontrakkan sebulan Rp 200 ribu," kata Herlin Suciati kepada Mili.id, Senin (18/12/2023).

Herlin merupakan teman dari B, anak kandung dari SR yang kemudian bercerita keberadaan ibunya.

"Saya kan dulu sering tanya 'dimana mamakmu?' dan waktu itu cuma dijawab 'tidak ada'. Tapi baru pekan lalu tiba-tiba dia mengajak saya melihat mamaknya," ungkapnya.

Kemudian Herlin mengunjungi SR di Desa Sumbersalam, tempat terpencil di sekitar persawahan.

"Waktu saya masuk, tercium bau kotoran menyengat. Beliau juga mengaku dikirimi makan sekali dalam sehari. Itupun jam 10 malam. Jadi kondisinya memprihatinkan," paparnya.

Herlin kemudian menawarkan dan meminta izin kepada S dan B supaya SR dibawa ke Panti Jompo saja daripada hidup selayaknya ditelantarkan seperti itu.

"Saya sudah meminta izin kepada kedua anaknya dan diizinkan. Pada selasa (12/12/2023) lalu akhirnya bisa dievakuasi ke UPT PSTW (Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha) Bondowoso menggunakan ambulans," urainya.

Pekerja Sosial pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, Kusuma Noviandri menjelaskan beberapa hal terkait fenomena itu.

"Alasan utama ibu SR dikirim ke panti jompo karena faktor ekonomi. Anak-anaknya ini bekerja sebagai buruh tani. Katanya tidak mampu mengurus," tuturnya.

Kedua anak kandung itu kemudian menandatangani dua kesepakatan, yakni mengunjungi SR secara berkala di UPT PSTW.

"Jadi tidak hanya diserahkan lalu ditinggal begitu saja," tegasnya.

Kedua, supaya anak-anak kandung SR tidak lagi mendokumentasikan dan memviralkan kondisi terkini di media sosial.

"Sebab salah satu anaknya ini sebelumnya masif memvideo terus diposting di tiktok. Tidak tahu motifnya apa," cetusnya.

mili.id berniat akan mengunjungi UPT PSTW untuk kegiatan peliputan pada Senin (18/12/2023) hari ini.

Namun Noviandri menyebut petugas di sana tidak berkenan diliput dan harus meminta izin kepada Dinsos Provinsi Jawa Timur terlebih dahulu.

Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah menerangkan bahwa UPT PSTW Bondowoso dikelola oleh Dinsos Provinsi Jawa Timur.

"Memang sudah jadi kewenangan Provinsi mas kalau sudah di UPT," jawab Anis via pesan singkat.

mili.id kemudian meminta kontak Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur kepada Anisatul Hamidah.

"Saya izin dulu ya," jawab Anis kedua kalinya.

Namun hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi lebih lanjut.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait