Mengenal Figur Ketua BPC HIPMI Jember yang Juga Bendahara TKD Jatim Prabowo-Gibran

© mili.id

Restu Prayogi Bendahara TKD Jatim Prabowo-Gibran (Foto:TKD Jatim Prabowo-Gibran for mili.id)

Jember - Restu Prayogi (41) merupakan figur pengusaha muda yang ulet hingga sukses di bidang properti. Di tahun politik ini, pria yang akrab disapa Yogi ini juga menjabat sebagai Bendahara Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jawa Timur.

Namun untuk menuju kehidupannya sebagai sosok pengusaha sukses, pria tinggal di Perumahan San Cefilla, Kecamatan Kaliwates, Jember ini tidak lepas dari perjalanan usahanya yang diawali dengan berdagang kaus dan sticker saat masih SMA.

"Saya mulai mengenal dunia usaha itu berawal dari berjualan kaos dan sticker. Saat itu tidak muluk-muluk, keinginan saya hanya ingin menambah uang jajan dan Alhamdulillah bisa sampai membantu membayar uang sekolah," kata pria kelahiran Cianjur, Jawa Barat pada 11 Juni 1982.

Bahkan untuk modal awal, Yogi mengungkapkan tidak bermodalkan uang yang banyak, namun dengan membangun kepercayaan. Sedangkan sasaran untuk memasarkan dagangannya tersebut yakni teman-teman sekolah.

"Saya saat itu, hanya bermodalkan building trust (membangun kepercayaan), dengan menawarkan kaus dan sticker milik teman. Barang tersebut saya tawarkan ke teman-teman saya di sekolah," jelas pria yang kini menjabat sebagai Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember.

Dengan semangat pantang menyerah akhirnya upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Karena seiring berjalannya waktu,akhirnya dirinya mempunyai modal untuk menjual kaus juga sticker miliknya sendiri, dari keuntungan yang ditabung.

"Dari sanalah saya belajar bagaimana menjalankan usaha, uang bukan modal utama. Tapi cukup modal dengkul atau nol rupiah. Asalkan kita bisa melakukan building trust. Maka mengawali usaha itu bisa dilakukan. Selain juga kemudian kita membangun jaringan dengan memperbanyak teman," ungkap bapak empat anak yang kini menjadi leader bagi para pengusaha muda yang tergabung di BPC HIPMI Jember.

Bahkan ketika kuliah di Universitas Jember, Yogi semakin mengembangkan usahannya, bahkan dirinya dihadapkan dengan pilihan yang sulit yakni menjalankan usahanya atau tetap kuliah.

"Ketika sudah kuliah empat tahun sejak tahun 2002-2006. Saya harus berhadapan dengan pilihan bekerja atau tetap kuliah. Tapi saya terpaksa berhenti di tengah jalan dan menjalankan usaha dan bisnis saya di bidang properti," imbuhnya.

Yogi menekankan bila keputusan yang diambil itu baik, tapi itulah pilihan yang saat itu harus dirinya pilih. Namun dirinya berharap, generasi muda saat ini juga harus memiliki latar belakang pendidikan, sehingga bisa mendukung, pilihan pekerjaan apapun.

Dirinya pun mulai belajar dan berkenalan dengan dunia organisasi, dengan kemudian bergabung di organisasi BPC HIPMI Jember.

"Dari apa yang sudah saya jalani ini, kalau soal HIPMI. Itu pertama kali saya bergabung, sekitar 7 tahun lalu. Saya diajak oleh Ketua HIPMI saat itu yakni Mas Agusta Jaka Purwana. Saya awal menjabat sebagai Ketua Bidang 7 dan saya banyak belajar di HIPMI," tambahnya.

Kemudian terkait amanah yang diemban sebagai Bendahara TKD Prabowo-Gibran Jawa Timur. Yogi mengaku tidak lepas dari segala proses hidup yang dijalani.

"Bagaimana saya menjabat sebagai Bendahara TKD, tentu ini adalah hal baru. Dengan pertimbangan, saya sebagai anak muda atau pengusaha muda yang diberi kepercayaan posisi yang sangat strategis. Saya pikir ini amanah yang luar biasa buat saya, sebagai representasi anak muda," tuturnya.


"Maka harusnya mampu. Kemudian saya melihat sebuah sejarah baru, di mana seorang anak muda dijadikan sebagai wakil presiden. Itu menurut saya patut diapresiasi," imbuhnya.

Saat harus menyuarakan sosok Cawapres paslon nomor 2 Pilpres 2024, yakni Gibran Rakabuming Raka. Kata Yogi, adalah sebuah tantangan baru. Sekaligus juga meyakinkan masyarakat, bahwa sosok anak muda tidak patut hanya untuk dipandang sebelah mata.

"Saat ditunjuk pertama kali (sebagai Bendahara TKD Prabowo-Gibran Jatim), sebenarnya sempat tidak percaya diri. Tapi karena ada kesempatan, maka ini harus saya terima dan manfaatkan. Saya bukan berlatar belakang politik, tapi saat ada kesempatan maka hal ini harus dibuktikan. Apalagi teman-teman dan keluarga juga cukup baik mendukung," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait