Menikmati Sensasi Sambel Belalang Kemangi di Pelosok Mojokerto

© mili.id

Salah satu pengunjung dari Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto sedang menikmati belalang goreng sambal kemangi. (Nana/mili.id).

Mojokerto - Belalang yang selama ini menjadi hama ternyata ketika dijadikan makanan rasanya gurih dan renyah seperti udang goreng. Nah, sensasi olahan dengan protein tinggi ini bisa dicicipi di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Ditangan seorang wanita bernama Fatmawati ini belalang menjadi kuliner yang sangat menggoyang lidah. Bahkan bikin gagal move on dan bikin ketagihan. Yah belgor alias belalang goreng.

Kuliner unik ini memang disajikan dengan dua varian olahan. Mulai dari belalang goreng rempah, dan sambelan belalang kemangi dalam satu cobek yang jadi primadona disandingkan dengan nasi jagung.

Rasa gurih nan pedas khas pedesaan ini dapat anda rasakan di warungnya di Jalan Dusun Suru Lor, Desa Suru, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Pengunjung pun tak perlu repot-repot lagi ke kediamannya yang tak jauh dari warung.

Olahan wanita 39 tahun ini memang banyak digandrungi oleh penikmat kuliner yang sengaja datang dari Kota/Kabupaten Mojokerto maupun luar daerah. Bahkan, ada yang rela datang jauh-jauh untuk sekedar memesan sekaligus mencicipi kenikmatannya.

Salah satunya, Erika (38) yang sengaja singgah. Bahkan ia rela menempuh perjalanan menggunakan Trans Jatim Koridor III hanya untuk mencicipi olahan makanan belalang.

"Ya karena penasaran aja," ucap warga Desa/Kecamatan Puri, Rabu (20/12/2023).

Pengunjung saat menikmati belalang sambel di Mojokerto. (Nana/Mili.id)Pengunjung saat menikmati belalang sambel di Mojokerto. (Nana/Mili.id)

Tak sendiri, dia juga turut mengajak lima orang anggota keluarga dan teman-temannya. Ibu dua anak ini mengaku mengetahui terkait olahan makanan belalang dari rekan-rekannya sesama UMKM di Bumi Majapahit.

Karena penasaran dan tertarik ingin mencoba, akhirnya dia memutuskan untuk mendatangi warung Cah Ayu Kirana yang menjajakan aneka olahan belgor.

"Baru kali ini makan belalang. Ternyata rasanya mantul, gurih, kriuk-kriuk," ucapnya sembari menikmati sensasi kuliner ekstrim ini.

Ia menyebut, menu nasi jagung sambal belalang kemangi menjadi pilihan favoritnya kali ini. Lantaran, aroma khas dari daun kemangi menjadi pendamping yang pas untuk menikmati belalang goreng krispi. "Karena pedasnya nampol," imbuhnya.

Sementara, Fahmawati bercerita, ide usaha masakan berbahan baku hewan serangga tersebut tanpa disengaja. Pada tahun 2014 sampai 2015 silam.

Awalnya ia hanya ingin memasak sambel belalang untuk keluarganya. Seiring berjalannya waktu, banyak penikmat kuliner yang minat dan ingin menikmati olahan belalang yang disandingkan dengan nasi jagung.

"Saya manfaatkan jadi peluang bisnis. Kan dulu banyak di sini belalang," ucapnya sembari meracik bumbu khas belgor.

Belalang yang dimasak ada dua. Yakni jenis kayu dan pari. Namun pari memang sulit didapatkan karena ada di musim hujan.

Ia pun memperoleh belalang dari pengepul di daerah Probolinggo dan Madura. Disebutkannya, belalang jenis tersebut paling banyak digemari pelanggannya.

"Dua hari sekali datang 50 sampai 58 kg (kilogram) hampir 1 kwintal. Tapi sekarang sudah ada yang siap olah, atau sudah digoreng. Saya tinggal meracik bumbu," paparnya.

Proses selanjutnya adalah mecampurya dengan bumbu yang telah diracik. Bumbu berupa bawang merah, bawang putih, garam, tomat, cabai rawit. Yang beda ada daun kemangi dimasukkan dalam minyak masih panas sehingga aroma masakan lebih khas.

Setelah itu, sambel belalang pun siap disantap bersama nasi jagung. Satu porsi nasi jagung sambel belalang ini dipatok harga Rp 25 ribu. Satu layah Rp 50 ribu untuk dua porsi.

Setiap hari kini ia sudah bisa melayani langsung pelanggan yang ingin makan di temapt. Dalam sehari ia dapat menghabiskan bahan baku belalang seberat enam sampai 10 kilogram.

"Yah sekarang sudah bisa langsung makan di tempat. Kalau dulu harus pesan dulu seminggu sebelumnya kalau mau makan di rumah. Karena juga melayani belgor pengiriman luar daerah," ungkapnya.

Untuk belgor ia memang lebih dulu memasarkannya melalui media sosial dan marketplace. Harganya Rp55 ribu per 210 gram.

"Kirim ke Kalimantan, Samarinda, Jakarta, Jogja, Malang, Surabaya, Bali, Batam, Mojokerto sendiri malah lebih banyak," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait