Muncikari dan Operator Karaoke Eks Lokalisasi GS di Situbondo Masuk Bui

© mili.id

Kedua tersangka kasus TPPO digelandang ke Mapolsek Asembagus.(Foto: Fatur Bari/mili.id)

Situbondo - Setelah memeriksa empat korban kasus Tindak Pidana Perdagagan Orang (TPPO), yang dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di eks Lokalisasi Gunung Sampan (GS) Desa Kota, Kecamatan Kota, Situbondo, Jawa Timur.

Penyidik perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Situbondo, akhirnya menetapkan terhadap pemili wisma dan operator karaoke di eks lokalisasi GS, yakni Nita, pemilik wisma, dan HT, operator karaoke. Keduanya dijerat dengan UU Nomor 21 tahun 2007, tentang pemberantasan TPPO.

Petugas kepolisian menujukkan barang bukti kasus TPPO. (Foto: Fatur Bari/mili.id)Petugas kepolisian menujukkan barang bukti kasus TPPO. (Foto: Fatur Bari/mili.id)

Sedangkan empat remaja putri yang menjadi korban kasus TPPO, yakni SMC (24), dan RR (24,) keduanya asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan MS (25) asal Situbondo, serta W remaja putri asal Kabupaten Malang.

Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto mengatakan, jika pihaknya berhasil mengungkap kasus TPPO, yang dipekerjakan sebagai PSK di eks lokalisasi GS Desa Kotakan, Kecamatan Kota, Situbondo.

"Salah seorang korban kasus TPPO berinisial W, mengaku disekap di salah satu wisma di eks lokalisasi GS," ujar Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi, Rabu (20/13/2023).

Menurut dia, terungkapnya kasus TPPO itu, berawal pengaduan melalui media sosial (medsos), sehingga untuk petugas langsung melakukan upaya pencarian, hingga akhirnya petugas berhasil mengungkap dan membongkar kasus TPPO tersebut.

"Saat ini, kedua tersangka kasus TPPO masih diminta keterangannya oleh penyidik. Bahkan, sebelum dipaksa menjadi PSK, W ditawari bekerja sebagai pemandu lagu oleh Nita," pungkasnya.

KEdua tersangka TPPO di Mapolsek

Editor : Aris S



Berita Terkait