Yenny Wahid Optimis Galang Suara Perempuan Islam untuk Ganjar-Mahfud di Probolinggo

© mili.id

Yenny Wahid saat berdialog dengan santriwati Ponpes Nurul Qodim, Paiton, Probolinggo. (Fades/mili.id)

Probolinggo - Putri kedua mantan Presiden Republik Indonesia (RI), KH. Abdurrahman Wahid atau lebih akrab disapa Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh berkunjung ke Pondok Saka 9, Pesantren Nurul Qodim, Desa Kalikajar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/12/2023).

Kedatangan Yenny Wahid disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Saka 9, Gus Hafidzul Ahkam, keluarga besar pesantren serta ratusan santriwati yang kemudian menggelar dialog interaktif dengan para santriwati, mulai pembahasan ilmu, akhlak, hingga politik.

Menurut perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid itu, kedatangan ke Pesantren Nurul Qodim tak lain sebagai bentuk mempererat silaturahmi. Terlebih, kata dia, kunjungan tersebut tanpa ada kesengajaan atau dadakan saat melintas di wilayah Kabupaten Probolinggo.

"Biasanya yang tidak direncanakan itu berhasil, dan malah kalau direncanakan malah meleset. Karena kami ini perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi, tapi berhubung lewat Probolinggo ya mampir ke sini, terlebih keluarga kami memiliki hubungan erat dengan Pondok Nurul Qodim," kata Yenny.

Perihal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, lanjut Yenny, Pasangan Calon Presiden- Wakil Presiden, yakni pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang didukungnya cukup baik, terlebih basic partainya cukup kuat.

"Yang jadi massa mengambang di sini, yaitu massa Islam, apalagi salah satu tugas saya untuk meraup suara islam terutama di kalangan perempuan. Jadi masih banyak perempuan di usia 40 ke atas masih belum menentukan pilihannya, besar sebanyak 28 persen," tutur Yenny.

Sehingga, menurut Yenny, dari angka tersebut saat ini, massa perempuan Islam diperebutkan oleh 3 pasangan Capres-cawapres 2024. Perempuan kelahiran 1974 itu menyakini dirinya mampu untuk mendapatkan suara perempuan itu.

"Kebetulan secara sosiologis, saya deket, saya mengerti, jadi saya disini merasa ada harapan besar mulai dari Fatayat dan Muslimat di usia-usia segitu (40 ke atas)," pungkas anggota Dewan Penasehat TPN Capres-cawapres Ganjar-Mahfud itu.

Editor : Achmad S



Berita Terkait