Tahun 2024 BNN Jatim Fokus Berantas Narkoba di Madura, Incar Bandar

© mili.id

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol M. Aris Purnomo. (Wendy/Mili.id)

Surabaya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, dalam tahun 2024 berencana memberantas peredaran Narkoba di Pulau Madura. Langkah ini diambil setelah pihaknya menangkap bandar di tahun 2023 dan disebut sebagai kasus menonjol.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol M. Aris Purnomo mengatakan, selama 2023 pihaknya menargetkan 27 ungkap kasus peredaran narkoba. Namun, ia mengklaim berhasil mengungkap 57 kasus dengan total 61 tersangka yang rata-rata dari Madura.

"Tahun 2024 nanti kita akan terus, khusunya para bandar-bandar ya. Fokus kita ke Madura, karena memang 2023 itu yang kita tangkap jaringan Madura," ungkapnya, Jumat (22/12/2023).

Aris menjelaskan, dari jaringan narkoba di Madura, pihaknya juga menemukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), setelah pihaknya mengamankan penyandang dana peredaran narkoba.

Kasus itu dianggapnya menonjol selama 2023 ini, dari sana pihaknya mengamankan empat unit mobil, sebuah rumah yang berdiri diatas sebidang tanah, motor dan perhiasan emas 45,86 gram, yang ditaksir senilai Rp 1,7 miliar. Hingga kini, BNNP Jatim masih mendalami kasus itu.

"Yang jelas kita ungkap itu dari Madura adalah jaringannya. Perannya ada yang sebagai kurir dan bandar juga ada. Makanya kita ungkap ada TPPU tadi, berarti memang dia sebagai penyandang dana," jelasnya.

Selain Madura, pihaknya juga telah memetakan daerah rawan peredaran Narkoba di beberapa titik wilayah Jatim. Pemetaan itu berdasar hasil ungkap kasus selama 2023. Sesuai infografis yang dipaparkan BNNP Jatim, Mojokerto berada di puncak terkait peredaran narkoba.

"Ya termasuk daerah rawan juga di sana itu, di Mojokerto kemudian di Madura, Malang. Disamping memang banyak permintaan, dari aparat juga cukup intens melakukan operasi penegakan hukum," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait