Rehabilitasi Jadi Langkah BNNP Jatim Cegah Lapas Overload

© mili.id

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol M. Aris Purnomo (Foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur telah merehabilitasi 1.188 pengguna narkoba selama 2023.

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol M. Aris Purnomo mengatakan, rehabilitasi menjadi salah satu langkah untuk mengurangi over kapasitas di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Menurutnya, tidak sembarang orang setelah ditangkap terkait narkoba lalu dilakukan rehabilitasi. Sebab ada ketentuan khusus, yang salah satunya murni sebagai pengguna.

"Pertama, memang dia sebagai pecandu dan memang mengonsumsi untuk dirinya sendiri. Tidak terkait dengan jaringan atau sindikat kejahatan narkoba," terang Aris di Kantor BNNP Jatim di Surabaya, Jumat (22/12/2023).

Dia menambahkan, sebelum diputuskan untuk rehab, nantinya akan ada Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang berasal dari stakeholder terkait, untuk melakukan pertimbangan terhadap seseorang yang diamankan karena narkoba.

"Nanti ada BNN, ada penyidik Polri, kejaksaan dan Kemenkumham yang akan menilai anak ini sebagai pecandu atau terkait dengan jaringan," jelas Aris.

Dia bersyukur adanya kebijakan program melalui TAT. Menurutnya, langkah ini dianggap efektif untuk mengurangi over kapasitas di lapas.

"Inilah harapan kita untuk bisa mengurangi over kapasitas yang ada di lapas," tegas Aris.

Kendati begitu, dia pesimis karena terkadang pengguna yang menjalani rehabilitasi itu tidak berjalan sepenuh hati. Sehingga untuk terlepas dari jeratan zat adiktif, semakin sulit.

"Pengaruh narkoba itu sangat kuat untuk orang kembali menggunakan lagi. Jadi kalau tidak ada niat yang kuat dalam dirinya akan sangat susah bisa normal kembali. Dan selama (rehabilitasi) ini mereka tidak ada kesukarelaan dari dirinya sendiri," papar Aris.

Sebagai informasi, selama Tahun 2023, BNNP Jatim mengamankan 3,4 kilogram sabu, 18,2 kilogram ganja, ekstasi 342 butir, obat carisoprodol 6.800 butir dan pil double l 874 butir.

Sementara dari target 27 ungkap kasus, BNNP Jatim mengklaim telah berhasil mengungkap 57 kasus. Capaian melebihi target itu meningkat 211 persen dengan mengamankan 61 tersangka.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait