Cerita Orangtua Santriwati yang Diduga Dicabuli Pengasuh Pondok di Gresik

© mili.id

Ilustrasi.

Gresik- Satu orangtua santriwati korban dugaan pencabulan diduga dilakukan salah satu pengasuh Pondok Pesantren di Bawean, Gresik, beberkan cerita yang dialami anaknya saat di pondok. 

Pengasuh pesantren itu berinisial NS (49), kini sudah ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Gresik di rumahnya, Sabtu (23/12/2023) siang.

YF (45), ayah dari salah satu korban santriwati itu mengatakan, mengetahui anaknya menjadi korban tindak pencabulan itu berawal rengek-kan anaknya. Yang meminta pulang ke rumah.

"Karena anak meminta pulang terus, akhirnya saya kesana menanyakan kenapa tidak betah di Pondok," kata YF ayah dari santriwati, Sabtu (23/12/2023).

Menurutnya, saat ditanya alasan kenapa tidak betah di Pondok anak hanya terdiam. Dan akhirnya, anak perempuannya itu jujur kepada ibunya.

Anaknya mengatakan, kalau selama berada di pondok dirinya dipaksa untuk melakukan hal - hal yang senonoh kepada pengasuhnya NS, di rumahnya.

"Menceritakan tidak dilakukan di Pondok, tapi tindakan itu dilakukan di rumahnya. Di sana, anak saya dipaksa melakukan hal hal yang tak senonoh," katanya.

YF juga menjelaskan, bahwa banyak informasi dari masyarakat dan warga di sekitar rumahnya tentang NS. Yang di nilai kerap kali melakukan tindakan pencabulan ke santrinya.

"Awalnya sempat tidak percaya, karena hanya omongan saja. Tetapi jauh kesini, saat ini mau tidak percaya itu susah," rincinya.

Sementara, kondisi anak perempuan YF yang masih duduk di bangku SMP itu. Saat ini sudah tak mondok lagi dan diceritakan masih mengalami trauma.

"Mengalami trauma, atas apa yang dilakukan Kiai nya. Korban kini terus dilakukan monitoring serta pendampingan petugas UPT PPA Kecamatan Tambak beserta Sangkapura," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait