Dijaga Ketat, Misa Natal di Gereja Kristus Raja Surabaya Berjalan Khidmat

© mili.id

Jemaat usai misa berswafoto depan pohon Natal yang terbuat dari limbah. (Wendy/Mili.id)

Surabaya - Gereja Kristus Raja (GKR) Surabaya di Jalan Residen Sudirman, Tambaksari, menggelar Misa Natal sebanyak dua sesi, pada Minggu (24/12/2023) sore hingga malam.

Sesi pertama digelar sejak pukul 16.00-17.00 WIB. Sedangkan, sesi kedua dilaksanakan pukul 21.00-22.00 WIB. Semua sesi berjalan khidmat dan aman.

Kapospam GKR, Iptu Sunoto mengatakan, petugas gabungan diterjunkan ke lokasi bersinergi dengan pihak keamanan dalam Gereja untuk mengamankan jalannya Misa malam Natal.

"Polsek Tambaksari ada 6 personel, dari Polrestabes Surabaya ada 3 personel, dari kecamatan ada 6 personel dan Koramil 2 personel. Jadi kami bersinergi dengan keamanan dalam yang dari gereja. Alhamdulillah sesi satu dan dua kondusif, aman dan terkendali," katanya kepada mili.id

Teknis pengamanan yang dilakukan yaitu dengan cara melakukan pengecekan barang bawaan pada setiap orang yang akan masuk gereja.

Selain itu, kamera yang langsung terkoneksi ke control room Polrestabes Surabaya juga ditempatkan di gerbang pintu masuk.

"Kami laksanakan pengamanan secara detail, termasuk siapapun yang masuk itu kita periksa, kita pastikan tidak membawa barang-barang yang dilarang," tambahnya.

"Ada juga kamera yang kami tempatkan di sini. Sebenarnya ini body cam, cuma ini kan bersifat statis. Kamera ini yang dilaunching Bapak Kapolda kemarin," lanjutnya.

Sementara pantauan mili.id, setelah mengikuti misa natal, beberapa jemaat ada yang foto bersama dengan pohon Natal yang terbuat dari limbah.

Para jemaat juga terlihat saling berjabat tangan dan berpelukan. Mereka saling mengucapkan selamat Natal kepada satu sama lain.

Sebagai informasi, Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajarannya sempat mengunjungi GKR di misa sesi pertama. Selain untuk memastikan keamanan jalannya misa natal di sana, kunjungan ini sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.

Tak hanya mengunjungi GKR, Eri juga melakukan hal serupa di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Residen Sudirman dan Gereja Santo Mikael.

Editor : Achmad S



Berita Terkait