11 Perayaan Tahun Baru Aneh di Belahan Dunia, Indonesia Salah Satunya

© mili.id

foto : Ilustrasi (ist)

Mili.id - Pergantian tahun sudah semakin dekat, budaya yang berbeda di setiap negara membuat perayaan festival tahunan ini dilakukan dengan caranya masing-masing saat momen akhir tahun untuk menyambut tahun baru.

Berbagai perayaan di beberapa belahan dunia ada yang cukup unik hingga aneh, namun dalam perayaannya di beberapa negara ada yang penuh dengan filosofis untuk kemakmuran di tahun mendatang, dan ada juga yang aneh tak memiliki makna sama sekali.

Berikut perayaan tahun baru di berbagai negara yang telah dirangkum dari berbagai sumber:

1. Menghancurkan Piring – Denmark

Sebuah tradisi di Denmark melihat orang-orang memecahkan piring dan barang pecah belah ke pintu tetangga mereka, diyakini dapat membawa keberuntungan di tahun depan. Piring-piring yang tidak terpakai sepanjang tahun disimpan dan pada tanggal 31 Desember, semuanya dibuang ke depan pintu depan teman, tetangga hingga keluarga.

Mitosnya, semakin besar tumpukan pecahan porselen, semakin banyak teman dan keberuntungan yang didapatkan di tahun mendatang. Orang Denmark juga menyantap hidangan tradisional saat malam tahun baru berupa ikan kod rebus dengan mustard diikuti dengan donat marzipan yang disebut kransekage.

2. Melemparkan Furnitur ke Luar Jendela – Italia

Di wilayah Italia seperti Napoli, semboyannya adalah “Keluar dari yang lama”. Mereka meyakini bahwa malam tahun baru merupakan momen tradisi untuk membuang furnitur lama yang tidak diinginkan ke luar balkon, untuk melambangkan awal yang baru menyambut tahun yang akan datang.

Sebagian besar penduduk setempat hanya menggunakan benda-benda kecil dan lembut untuk tradisi melempar mereka untuk mencegah terjadinya cedera. Namun tetap saja, ada baiknya untuk berhati-hati saat berjalan-jalan di Napoli pada malam tahun baru. Anehnya, kebiasaan ini juga dilakukan di Johannesburg, Afrika Selatan.

3. Sisik Ikan Mas – Jerman

Orang-orang di Jerman menikmati makanan tradisional Silvesterkarpfen (atau 'Ikan Mas Tahun Baru') pada malam tahun baru. Menyimpan sisik ikan mas di dompet sepanjang tahun juga dianggap keberuntungan yang diyakini dapat membawa kekayaan. Namun menghilangkan sisik itu juga dianggap menghilangkan keberuntungan.

4. Mistletoe dan Roti – Irlandia

Wanita lajang di Irlandia terkadang meletakkan mistletoe (buah beri yang diasosiasikan dengan kesuburan dalam mitologi Eropa) di bawah bantal mereka. Mereka kemudian membakarnya dalam api keesokan harinya dengan harapan bisa memikat cinta sepanjang tahun. Tradisi lainnya adalah membenturkan roti ke dinding dan pintu untuk mengusir nasib buruk dan roh jahat.

5. Pijakan Pertama – Skotlandia

Salah satu tradisi tertua di Skotlandia, 'kaki pertama' juga dikenal sebagai quaaltagh atau qualtagh, dan menyatakan bahwa orang pertama yang melewati ambang pintu setelah tengah malam pada malam tahun baru harus datang membawa hadiah. Hadiah ini bisa berupa koin, batu bara, roti, garam, dan wiski “wee dram”, untuk membawa keberuntungan terbaik bagi rumah.

6. Benda Bulat – Filipina

Di Filipina, tahun baru adalah tentang uang. Berharap untuk membawa kemakmuran dan kekayaan di tahun depan, masyarakat Filipina percaya untuk mengelilingi diri mereka dengan benda-benda bulat.

Oleh karena itu, mereka mengonsumsi buah anggur; menyimpan koin (disimpan di saku dan terus-menerus bergemerincing), mengenakan pakaian bermotif polkadot, dan lain-lain. Semua ini untuk menjaga agar uang tetap mengalir.

7. 108 Lonceng – Jepang

Tahun baru Jepang atau Oshogatsu disambut pada tengah malam dengan bunyi 108 lonceng di Kuil Buddha di seluruh Jepang. Tradisi ini diyakini mampu menghilangkan 108 nafsu jahat yang dimiliki semua manusia. Orang Jepang percaya bahwa bunyi lonceng ini akan membersihkan mereka dari dosa-dosa tahun sebelumnya.

Biasanya tradisi membunyikan lonceng sebanyak 107 kali pada hari terakhir tahun, Adapun bunyi lonceng ke-108 kali baru dibunyikan pada Tahun Baru.

8. Pembakaran Orang-orangan Sawah – Ekuador

Di Ekuador, masyarakat membuat patung politisi, bintang pop, atau tokoh terkenal lainnya (disebut año viejo) yang menyerupai orang-orangan sawah. Pakaian bekas diisi dengan koran atau serbuk gergaji dan dipasang topeng di atasnya.

Sebagai pembersihan simbolis, patung-patung ini dibakar pada tengah malam menjelang pergantian tahun. Tradisi Ekuador ini konon dipercaya bisa mengusir segala nasib buruk yang menimpa setahun terakhir.

9. Kenakan Pakaian Dalam Berwarna-warni – Amerika Latin

Di negara-negara Amerika Latin (atau negara-negara Amerika Selatan) seperti Meksiko, Bolivia, dan Brasil, keberuntungan untuk satu tahun ke depan ditentukan oleh warna celana dalam. Menurut tradisi di sana, warna merah akan membawa cinta, sedangkan kuning akan membawa kekayaan.

Jika mencari kedamaian dan harmoni, mereka meyakini warna putih adalah solusinya. Jadi, semua warna pada dasarnya dipilih sesuai dengan keinginan seseorang di tahun mendatang.

10. Anggur Keberuntungan – Spanyol

Salah satu tradisi tahun baru di Spanyol adalah makan 12 buah anggur, satu buah untuk setiap jam hingga tengah malam, untuk memastikan kemakmuran. Jika dapat menyelesaikannya tepat waktu, dipercaya akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun mendatang.

Rasa buah anggur manis atau asam juga memprediksi apa yang akan terjadi pada tahun tersebut. Tradisi las doce uvas de la suerte ini konon berasal dari tahun 1909 ketika wilayah Spanyol mempunyai panen anggur yang sangat baik.

11. Konvoi Motor Pakai Knalpot Brong - Indonesia

Selain menyalakan petasan dan bakar-bakar ikan, daging, ayam, jagung hingga umbi-umbian, perayaan tahun baru di Indonesia juga dirayakan dengan konvoi menggunakan motor berknalpot brong.

Mereka yang didominasi pemuda hingga remaja berkeliling kota sambil menarik tuas gas motor hingga menimbulkan suara bising. Konvoi ini tentunya membuat kemacetan di jalan raya.

Tradisi tak berfaedah yang belum jelas dimulai sejak tahun berapa ini, perlahan-lahan mulai dilarang dalam perayaannya. Polisi melakukan razia knalpot brong secara besar-besaran saat memasuki Desember.

Editor : Aris S



Berita Terkait