Tren Kriminal di Kota Mojokerto Menurun, Polisi: Tetap Waspada saat Jam Rawan

© mili.id

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel Somanonasa Marunduri saat melakukan press releas ungkap kasus satu tahun, Jumat (29/12/2023). (Nana/mili.id)

Mojokerto - Angka kriminal di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota menurun di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022. Turun 2 persen atau 10 kasus dari tahun sebelumnya.

Jumlah perkara yang ditangani sebanyak 396 di tahun ini, sedangkan tahun 2022 mencapai 406 kasus. Untuk penyelesaian kasus mencapai 327. Dan kasus yang tertunggak ada 69 kasus.

"Sehingga ada terjadi penurunan dalam kejadian perkara, tapi naik dalam ungkap kasus sampai 83 persen," ujar Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel Somanonasa Marunduri, Jumat (29/12/2023).

Daniel menyebutkan, dominasi kriminal ada di kasus penggelapan sebanyak 79, disusul 40 kasus pencurian bermotor (curanmor). Dengan jumlah paling banyak TKP perkara pidana di pemukiman.

"Paling tinggi penipuan 79 kasus dan selesai 63 dari data 396 tren tindak pidana. Disusul curanmor 40 kasus. Untuk TKP kriminal paling banyak di pemukiman," terangnya.

Ia juga menjelaskan, waktu-waktu rawan tindak pidana curat dan curanmor dalam setahun. Yakni, ada di jam kerja sekitar pukul 12.00 - 15.00 WIB. Lalu sekitar pukul 18.00 - 21.00 WIB.

"Kemungkinan di saat jam kerja, waktu kendaraan ditinggalkan oleh pemiliknya," jelas Daniel.

Sedangkan, ungkap kasus narkoba, Daniel mengatakan, juga terjadi penurunan. Turun dari 94 kasus di tahun 2022 menjadi 65 kasus di tahun 2023.

“Artinya turun 14 persen. Dengan tersangka di tahun 2022 sebanyak 118 menjadi 90 orang atau turun 36 persen tahun 2023 ini,” jelasnya.

Barang bukti narkoba yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2023, mulai dari ganja 55,91 gram, sabu-sabu 1.039 gram, 167 butir ekstasi, 93.262 butir pil doble l, psikotropika golongan IV sebanyak 1.566, dan uang sebesar Rp 3.8 juta.

Sementara angka kecelakaan di wilayah hukum Polresta Mojokerto dari 407 kasus di tahun lalu, menjadi 366 hingga akhir tahun. Dimana angka kematian mengalami penurunan, dari 85 orang tahun 2022, menjadi 50 orang tahun 2023 ini.

Tren penurunan juga terjadi pada kasus tipiring (Tindak Pidana Ringan) dari 343 kasus menjadi 331. Dan didominasi syber crime. Seperti jual beli miras melalui media sosial hingga COD.

Editor : Achmad S



Berita Terkait