DHD BPK 45 Jatim Luncurkan Buku Implementasi JSN

© mili.id

Ketua DHD BPK 45 Bambang Witono, Sekdaprov Heru Tjahjono dan beberapa perwakilan dalam peluncuran dan penyerahan simbolis buku Implementasi Pembudayaan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 45. (Shella/mili.id)

Surabaya - Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Jawa Timur meluncurkan buku yang berjudul Implementasi Pembudayaan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 45 (JSN'45).

Peluncuran ini sebagai serangkaian Seminar Kebangsaan yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili oleh Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono menyampaikan JSN 45 harus tertanam di hati dan sanubari masyarakat.

"Temen temen semua, inget istilah sekarang JSN 45 harus tertanam di hati dan sanubari kita," kata Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono di Gedung Juang Surabaya Jumat (29/12/2023).

Adhy mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan perjuangan DHD BPK 45 Jatim, yang melestarikan jiwa kebangsaan 45.

"Apa yang dilakukan oleh DHD BPK 45 Provinsi Jatim, untuk terus melembagakan, melestarikan semangat jiwa kebangsaan 45 dan ini dengan peluncuran buku implementasi jiwa semangat juang 45. Menujukkan tidak sekedar bicara, apa yang disampaikan tadi langsung tercetak dalam suatu buku ini karya yang luar biasa," ungkap Adhy.

Buku yang tercetak sebanyak 5 ribu eksemplar sesuai dengan permintaan Gubernur Jatim ini, tengah memasuki proses cetak dan penerbitan ISBN.

Lebih lanjut, Adhy melihat peran DHD BPK 45 itu sangat strategis pada era ini.

"Menjadi peran yang sangat strategis di era yang betul tidak pastian, dan teknologi era informasi yang luar biasa," katanya.

Ia mengaku ketika menilik Gedung Juang yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, seperti melihat adanya sentuhan Gubenur Jawa Timur.

"Ini gedung juang yang terbaik di Indonesia. Mudah mudahan apa yang diharapkan oleh Bu Khofifah bisa semangat memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan kita," paparnya.

Menurutnya, perkembangan globalisasi dan isu nasional pasti berawal dari tahun 1945, ketika rakyat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Mengisi dan menjaga bagaimana Nilai-Nilai juang 45, itu pasti ada kendala kendala. Pasti ada persoalan distorsi dengan generasi muda yang sekarang," urainya.

Maka dari itu, ia menyebut apa yang dilakukan DHD BPK 45 sebagai salah satu kunci keberhasilan bangsa.

"Apa yang dilakukan DHD BPK 45, untuk terus mengajakkan kepada kita, bahwa negara ini harus diisi dengan perjuangan, tetapi semangatnya tetap semangat juang 45. Itu menjadi kunci bahwa keberhasilan kita adalah penanaman nilai nilai bangsa. Merdeka," tandasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait