Berlibur ke Desa Wisata Pakis Jember: Menikmati Durian dan Mandi Sepuasnya

© mili.id

Wisata Kampung Durian Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember (Foto-foto: Hatta/mili.id)

Jember - Wisatawan mulai memadati Kampung Durian Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember untuk berburu durian, sekaligus menikmati pemandian.

Tidak hanya saat libur panjang akhir Tahun 2023 seperti sekarang. Setiap weekend, Sabtu dan Minggu pengunjung wisata yang disebut Kampung Durian ini juga banyak.

Kesegaran air khas pegunungan dapat dirasakan pengunjung, saat menceburkan diri dan berendam di pemandian. Setelahnya, mereka bisa menikmati buah durian.

Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Dusun dan Desa Pakis, Kecamatan Panti, Hidayatullah mengatakan, mayoritas warga di wilayahnya menanam dan membudidayakan buah durian.

Meski dua tahun lalu buah durian di sini gagal panen, tapi akhir Tahun 2023 ini dan diprediksi sampai April 2024, hasil panen durian, melimpah.

"Kampung Durian ini menyajikan keindahan alam, camping ground, dan outbond. Semua alami dan kami memanfaatkan aliran sungai kecil yang ada di sisi utara, juga sebagai pemandian alam. Karena air ini langsung dari puncak Gunung Argopuro," terang Hidayatullah di Wisata Kampung Durian, Sabtu (30/12/2023).

Untuk menuju Kampung Durian, lanjutnya, akses jalan masih mengalami kerusakan dan dengan lebar yang masih khas pedesaan.

"Tapi saat sampai di sini, pemandangannya asri. Semoga nanti ada perbaikan dari pemerintah setempat. Apalagi kalau membahas tentang pengelolaan Wisata Kampung Durian ini, adalah swadaya dari warga. Alhamdulillah kami bahu membahu saling mendukung untuk mengembangkan lokasi wisata ini," jelasnya.

Wisata Kampung Durian menyediakan beberapa fasilitas yang bisa disewa untuk para pengunjung. Dan harganya, dijamin tidak akan merogoh kantong dalam-dalam.

Hidayatullah menjelaskan, untuk menyewa tenda di lokasi camping ground, pengunjung cukup membayar Rp20 ribu per jam.

"Kalau bermalam terhitung dari 12 jam, semisal masuknya dari jam 5 sore sampai jam 9 pagi, itu tarifnya Rp125 ribu. Untuk fasilitas di dalam tenda, kita hanya menyediakan matras saja. Untuk kasur dan bantalnya sewanya juga berbeda," papar dia.

Kemudian untuk menikmati segarnya mandi di aliran sungai kecil di sini, Hidayatullah menyebut semuanya gratis.

"Kalau untuk mandi-mandian tidak dikenai biaya atau gratis. Tapi kalau menggunakan ban pelampung, baru bayar Rp5 ribu, dan itu tidak ada batasan waktu," ujarnya.

Soal durian yang menjadi ikon desanya, Hidayatullah menjelaskan saat ini panen raya, sehingga buah durian di sini melimpah.

"Kalau musim durian, biasanya dalam satu tahun itu hanya sekali. Tapi untuk di sini, sekitar dua tahun kemarin tidak sempat panen. Karena kemaraunya sebentar, akhirnya produksi panen raya juga mengalami penurunan," bebernya.

"Sekarang musim kemaraunya agak panjang. Jadi sekarang durian itu seakan-akan tidak ada putusnya. Saat ini pun ada yang berbuah, hingga buah duriannya sudah ada yang jatuh sendiri dari pohonnya," tambah Hidayatullah.

Melimpahnya durian itu disebut sebagai berkah panen raya. Untuk Desember 2023 ini, adalah panen raya tahap kedua.

"Untuk musim panen yang pertama itu sudah berlangsung di bulan September. Tapi puncaknya panen rayanya terjadi sekarang (Desember). Nanti akan ada panen raya selanjutnya di Februari atau Maret, tahun depan masih dalam panen durian. Kira-kira sampai April 2024," ulasnya.

Menurut Hidayatullah, harga durian di sini terjangkau. Mulai dari Rp5 sampai 60 ribu per buah, bahkan bergaransi.

"Jika tidak enak, anyep atau kurang pas rasanya, bisa dikembalikan dan diganti buah yang baru. Mungkin di tempat lain tidak bisa, di sini bisa. Sehingga menikmati durian sepuasnya di sini," ujarnya.

Sementara untuk jumlah pengunjung, Hidayatullah menyebut paling banyak saat weekend, dengan jumlah mencapai 700 sampai 2000 pengunjung.

"Karena tiket masuk sudah include dengan parkir. Motor dua orang kan berboncengan, bayar Rp5 ribu. Mobil Rp10 ribu. Untuk pengunjung tidak hanya dari Jember, ada yang dari Bondowoso, Lumajang, dan kota tetangga lainnya," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait