Korban Penusukan di Surabaya Mengaku Diajak Damai Keluarga Pelaku

© mili.id

Kondisi Korban Penusukan di Surabaya (Rama/mili.id)

Surabaya - Edi Santoso (46) korban penusukan mengaku pernah didatangi keluarga salah satu terduga pelaku penusukan kepada dirinya. Bahkan, keluarga itu meminta damai atas tindak kejahatan yang dilakukan.

Saat ini, korban sudah pulang ke rumahnya pasca menjalani perawatan akibat penusukan yang dilakukan oleh dua temannya Aji dan Arif.

Kondisi Edi sekarang sudah mulai bisa beraktivitas namun terbatas. Ia mengatakan, dirinya didatangi oleh keluarga salah satu terduga pelaku.

"Mertua bersama kakak kandung Aji kemarin ke sini, niatnya meminta damai. Saya katakan, biar diproses secara hukum. Baik baik tunggu dia kembali," kata Edi saat ditemui mili.id, hari Rabu (3/1/2023). 

Ia menambahka , bahwa sosok kedua pelaku yang menusuk dirinya di hadapan anaknya itu, adalah teman bermain dan  pernah di dunia kelam atau teman nakal.

"Jadi kurang tahu motif mereka apa, apakah ia disuruh atau apa tidak tahu. Yang jelas, hubungan kita selama ini baik- baik saja," ucap Edi.

Menurut Edi, dirinya tidak lagi terjerumus ke dunia kelam sebelum dirinya diajak seseorang untuk berubah dan mondok di Gresik.

"Saya sudah tobat, jujur pernah terjerumus ke dalam jurang ke dunia kelam waktu itu. Tetapi saya bertobat mondok di Gresik, kiai mengajak saya untuk berbuat baik membantu orang. Enam tahun lalu saya tobat," terang Edi.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Aman Hasta menjelaskan, bahwa untuk saat ini pelaku belum ditangkap setelah dilakukan penggerebekan di persembunyiannya.

"Sejak kejadian kemarin kami telah melakukan pengejaran. Sudah diketahui lokasi persembunyiannya dan digrebek, tapi pelaku tidak ditemukan di lokasinya," pungkasnya. 

Sekedar informasi, penusukan korban Edi ini dilakukan dua temannya, Rabu (20/12/2023) lalu. Edi ditusuk di depan anaknya yang berumur 10 tahun dan Edi mendapatkan luka tusuk di bagian perut samping sebelah kanan.

Editor : Achmad S



Berita Terkait