Pocong Mini Teror Warga Pasuruan, Polisi Diminta Turun Tangan

© mili.id

Pocong mini yang meresahkan warga Pasuruan dibakar (Foto: Moch Rois/mili.id)

Pasuruan - Warga Dusun/Desa Sruwi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan resah, menyusul teror pocong mini beberapa hari terakhir.

Meski bentuknya mini, bungkusan pocong tersebut sangat meresahkan masyarakat, karena sang peneror diam-diam meletakkannya di depan rumah warga.

Atas keresahan itu, masyarakat setempat meminta polisi untuk mengusut siapa pelaku yang menebar teror pocong mini tersebut.

Salah seorang korban teror pocong mini, Rifa'i (44) menjelaskan, teror tersebut diketahui saat subuh. Sehingga saat membuka rumah, korban dibuat syok, karena melihat pocong tergantung di daun pintu depan rumah.

"Pas subuh-subuh buka pintu kaget, kok ada kain menyerupai pocong. Apalagi kalau orang perempuan (istrinya), takut dan resah pastinya," tutur Rifa'i saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya di Dusun/Desa Sruwi.

Rifa'i membeberkan bahwa ada empat tetangga rumahnya yang mendapat teror pocong mini serupa. Padahal, dia dan para tetangganya mengaku hidup rukun selama ini dan tidak punya musuh.

"Ada empat rumah warga sini yang diteror pocong kecil itu. Padahal saya juga nggak ada masalah dengan siapa-siapa. Kok tiba-tiba diteror itu. Saya minta petugas berwenang bisa mengusutnya, biar masyarakat tidak resah," ungkapnya.

Kepala Desa Sruwi, Tikam membenarkan teror pocong mini itu telah meresahkan warganya sejak 10 hari terakhir.

Bahkan, dirinya bersama warga beramai-ramai membuka beberapa bungkusan kain putih menyerupai pocong itu di balai desa. Ternyata, bungkusan pocong mini itu berisi beragam jenis dedaunan, seperti kelor, sirih dan jarak.

"Karena teror itu, warga beramai-ramai datang melapor adanya kain putih menyerupai pocong yang ditaruh di pintu depan rumah. Saat dibuka, isinya itu daun-daunan, kaya kelor, jarak, sirih," papar Tikam.

Tikam menyebut bahwa barang bukti berupa pocong mini sudah diamankan polisi dan dibakar.

"Semuanya sudah diamankan polisi dan dibakar. Kami menghimbau masyarakat tidak perlu resah lagi dengan teror tersebut," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait