Kesaksian WNI saat Gempa Dahsyat di Jepang

© mili.id

Suasana Nagoya Jepang, usai gempa bumi terjadi (Riski Botok for Mili.id).

Surabaya - Gempa bumi terjadi di daerah Noto, Prefektur Ishikawa Jepang, Senin (1/1/24) lalu, menyisakan dampak bencana luar biasa. 

Riski Botok, WNI yang bekerja di Jepang menceritakan kesaksiannya, saat gempa dahsyat terjadi serta merenggut puluhan nyawa.

Riski tinggal di Nagoya berjarak 360 kilometer dari titik gempa di Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa. Gempa itu berkekuatan 7,6 skala richter. 

Menurut Riski, meski jarak terpaut jauh. Warga di Nagoya juga merasakan gempa sangat kencang. Apalagi, papar Riski, Nagoya adalah dataran tinggi, sebagai lokasi wisata ski salju. 

"Ngerinya luar biasa, gempa bumi pertama 7,6 skala richter, saya berada di arena bermain ski salju di Nagoya," kata Riski melalui selular, Kamis (4/1/2024) waktu Indonesia.

Suasana Nagoya Jepang, usai gempa bumi terjadi (Riski Botok for Mili.id).Suasana Nagoya Jepang, usai gempa bumi terjadi (Riski Botok for Mili.id).

Riski bercerita, bagaimana sebelum gempa itu terjadi. Handphone (HP) seluruh warga di area ski semuanya berbunyi sebuah sirine. 

"Jadi sebelum tahu kalau akan ada gempa, HP semua warga di wisata ski itu serentak berbunyi. Sekian detik kemudian, bergemuruh kencang dan gempa menggetarkan hamparan salju," jelasnya. 

Warga tiarap, ada pula yang lari berhamburan ke sana kemari, lanjut Riski. Lebih menegangkan lagi kereta gantung salju ketika itu mengangkut wisatawan tiba-tiba berhenti. 

"Arus listrik mendadak mati. Kereta layang itu pun sampai berhenti seketika mati," bebernya. 

Dari situ Riski bersyukur. Dirinya selamat, dan tidak ada korban jiwa dalam insiden gempa di Nagoya. Hanya saja jantungnya di pacu, takut ketika salju longsor. 

"Sampai sekarang masih di lakukan pencarian korban jiwa dititik gempa di Noto, Prefektur Ishikawa. Warga Jepang maupun WNI yang di sana diungsikan sementara, sampai keadaan benar benar aman," pungkasnya. 

Untuk diketahui, dari beberapa informasi yang dihimpun gempa bumi di Jepang; terjadi pada 1 Januari 2024 itu turut mengakibatkan tsunami setinggi 1 meter, kebakaran, bangunan runtuh. Serta korban jiwa mencapai 62 orang.

Editor : Achmad S



Berita Terkait