Polisi Sebut Demo Buruh FSPMI di Surabaya Tanpa Pemberitahuan

© mili.id

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman bersitegang dengan buruh (ist for Mili.id)

Surabaya - Buruh dari kelompok Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) menggelar demo di Surabaya, Kamis (04/01/2024). Demo ini disebut tak ada pemberitahuan sebelumnya pada pihak kepolisian.

Ini diungkapkan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman. Kendati tak ada pemberitahuan, pihaknya tetap mengawal jalannya demo supaya tak menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan Surabaya.

"Jadi, pertama, mereka peserta Unras ini melaksanakan kegiatan ini tanpa pemberitahuan. Biasanya, kalau aksi Unras itu kan ada pemberitahuan, ini tanpa pemberitahuan. Ya gak masalah, tetap kita layani," katanya kepada mili.id.

Dalam pengamatannya, titik demo yang sejatinya akan berlabuh di depan Mapolrestabes Surabaya ini mendadak putar haluan. Informasinya, mereka akan berlabuh di Mapolda Jatim.

Melihat hal itu, menurut Arif mereka hanya sengaja membuat kemacetan saja di beberapa ruas jalanan Surabaya. Sebab, mereka membawa ratusan massa dan sengaja melambatkan laju kendaraannya, bahkan memblokade beberapa jalan.

"Kedua, mereka tendensinya adalah membuat arus lalu lintas macet bahkan sampai mengganggu kelancaran lalu lintas. Udah berkali-kali berhenti di jalan, di Embong Malang malah menutup jalan. Tujuan terakhir mereka belum jelas, katanya terakhir tadi ke Polda," ungkapnya.

Sementara Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo menambahkan, ada ratusan personel kepolisian yang disiagakan, beberapa diantaranya turut mengawal jalannya demo supaya tak menimbulkan kemacetan di jalan.

"Mereka menuju ke mana pun kita selalu pengawalan untuk memastikan masyarakat bisa melintas. 230 personel di Mapolrestabes untuk menerima unjuk rasa, 75 yang ngawal supaya massa tidak menutup seluruh jalan, biar kepentingan masyarakat umum terakomodir," pungkasnya.

Untuk diketahui, demo ini disebut sebagai aksi solidaritas atas salah satu rekan mereka berinisial YM yang diperiksa terkait kegiatan mereka di BRI Tower yang dinilai telah melanggar aturan, saat menuntut upah 3 bulan yang tidak dibayar oleh perusahaannya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait