Kick Off, 2024 Perhutani Mojokerto Buka Peluang Usaha di Kawasan Hutan

© mili.id

Penanaman 125 pohon kayu putih di Kawasan Wisata Bukit Kayoe Putih. (Nana/mili.id)

Mojokerto - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto membuka peluang usaha di kawasan hutan dengan jasa lingkungan (jasling) di tahun 2024.

Hal ini disampaikan Administrator/KKPH Mojokerto Andi Adrian Hidayat usai kegiatan kick off kinerja di Kawasan Wisata Bukit Kayoe Putih, Desa Kupang, Kecamatan Jetis.

"Potensi wisata di bawah (ada), saya mengajak semua pihak yang melihat, ada potensi yang bisa dikembangkan dengan jasa lingkungan (jasling) bentuknya wisata, restarea atau apa," ujar Andi, Kamis (4/1/2024).

Perhutani Mojokerto siap bergandengan tangan dengan pihak luar untuk mengembangkan potensi yang ada tanpa merusak lingkungan.

Sebab pihaknya merasa tak piawai dalam pengelolaan kreatifitas lahan perhutani menjadi potensi yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Ayo gandeng tangan kembangkan potensi yang ada, mari kita coba kreatifitas. Perhutani terbatas, tapi di luar ada yang melihat potensi itu dan menyulapnya jadi luar biasa silahkan berkomunikasi," bebernya.

Ditambah, pengembangan kawasan wisata di wilayah utara sungai Kabupaten Mojokerto, lanjut Andi, juga diharapkan dan diinginkan Bupati Mojokerto. Pasalnya, baru kawasan wisata Bukit Kayoe Putih satu-satunya yang berdiri memanfaatkan lahan jasling Perhutani.

"Itu harapan saya dan ibu Bupati Mojokerto, gimana caranya utara sungai punya wisata. yang bisa dikembangkan adalah hutan. Kami bukan ahlinya, kami persilahkan media apa yang punya keinginan ayu kita bahas," imbuhnya.

Andi menambahkan, PKH Mojokerto hingga saat ini memang memiliki potensi luar biasa dipenanaman dan produksi pohon kayu putih dengan area awal 31.000 meter persegi. Meski kini ada pengurangan seluas 8.000 meter persegi.

Selain itu, adanya ekonomi global yang melemah dan menekan pemasaran ekspor tak menjadi kendala pencapaian target RKAP. Dimana KPH Mojokerto telah mencapai pendapatan diluar target tahun 2023 senilai Rp 15 miliar. Target awal hanya Rp 7 miliar.

Itu terbagi dari pendapatan cashbank, inventori, dan persediaan kayu yang nanti jadi pertimbangan di tahun 2024 sebab masih tertahan cukup banyak.

"KPH Mojokerto di tahun 2024 jauh bisa lebih baik, karena di 2023 mendapatkan prestasi jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan ini akan kita pertahankan dalam situasi yang agak sulit saat ini," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait