Hilangnya Uang 25 Juta di Situbondo, Polisi Bakal Panggil Satpol PP dan Bea Cukai

© mili.id

Toko kelontong Nur Faidah tempat diduga uang hilang. (Ist for Mili.id)

Situbondo - Unit Reskrim Polsek Arjasa memanggil dan meminta keterangan tiga orang terkait hilangnya uang senilai Rp25 juta milik Nur Faidah saat penggeledahan yang dilakukan oleh Satpol PP dan Bea Cukai.

Ketiga orang yang dipanggil yakni Maimuna dan Ma'adin, keduanya merupakan orang tua korban Nur Faidah dan Jailani suami Nur Faidah.

"Tiga orang saksi yang dipanggil merupakan keluarga korban, mereka diminta keterangannya diruang Reskrim Polsek Arjasa," kata Iptu Kusmiyani, Kapolsek Arjasa, Kamis (4/1/2024).

Menurut dia, pihaknya juga akan merencanakan pemanggilan petugas Satpol PP Situbondo dan anggota Bea Cukai Jember.

"Sebab, berdasarkan keterangan pelapor dan tiga orang saksi kepada penyidik yang melakukan penggeledahan ke toko dan rumah korban Nur Fadilah, disebut-sebut petugas Satpol PP dan petugas Bea Cukai Jember," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nur Faidah (30) warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melaporkan dugaan pencurian di rumahnya ke Polsek Arjasa,  Situbondo, Selasa (12/12/2023).

Nur Faidah mengaku kehilangan uang Rp25 juta di toko kelontong miliknya, usai digeledah oleh sekelompok orang berseragam yang mengaku petugas Satpol PP dan petugas Bea Cukai, Jember.

Editor : Achmad S



Berita Terkait