13 Makanan dan Kudapan Penuh Makna yang Wajib Tersedia saat Imlek

© mili.id

Ilustrasi (Foto: Freepik)

mili.id - Perayaan Tahun Baru Imlek 2024 berdasar perhitungan kalender lunar jatuh pada 10 Februari 2023.

Menurut perhitungan kalender Tionghoa, tahun ini merupakan Tahun Naga Kayu.

Imlek merupakan perayaan besar bagi etnis Tionghoa. Maka dari itu, dalam perayaannya bisa dipastikan melibatkan kudapan hingga makanan khas.

Berikut makanan yang wajib tersedia di meja makan saat perayaan Imlek:

1. Kue Keranjang

Nian gao adalah nama lain dari kue keranjang yang juga sangat identik dengan perayaan Imlek. Kue berwarna coklat ini juga sering disebut sebagai dodol khas Cina dan mengandung makna kekeluargaan yang rukun dan tak terpisahkan.

Saat disusun secara bertingkat, kue keranjang memiliki tujuannya tersendiri, yaitu melambangkan rezeki serta kemakmuran yang meningkat.

2. Jeruk

Buah jeruk bisa dibilang tidak bakal absen dari meja makan saat perayaan Imlek. Biasanya, jeruk dihidangkan dengan batang dan daun yang masih utuh.

Ternyata, jeruk memiliki simbol rezeki yang berlimpah, sementara warna oranye dan bentuk bulat pada buah segar yang satu ini melambangkan kemakmuran, kesejahteraan dan kekayaan.

3. Kue Mangkuk

Di balik cita rasa manis dan gurih kue mangkuk pada perayaan Imlek, terselip makna khusus yang mendalam.

Kudapan manis yang terbuat dari campuran bahan utama tepung beras, santan, dan ragi ini bentuknya sekilas mirip roti kukus, yang memiliki arti pembawa keberuntungan dalam rangka menyambut tahun yang akan datang.

4. Lapis Legit

Kue lapis legit merupakan simbol rezeki yang berlapis-lapis hingga tumpang tindih, dan siapa pun yang memakannya dipercaya akan memiliki kehidupan yang manis dan legit.

Tidak hanya itu, lapis legit pun menjadi simbol atau doa, agar setiap orang mendapat rezeki berlimpah sampai tahun-tahun berikutnya.

5. Manisan Buah

Manisan dalam perayaan Imlek umumnya diletakkan dalam kotak berbentuk segi delapan yang dipercaya mewakili keberuntungan. Kotak ini juga kerap disebut tray of happiness atau prosperity box.

Makna dari angka delapan dalam kotak ini adalah keberuntungan karena keduanya memiliki pelafalan yang mirip dalam huruf Mandarin, yaitu delapan ("ba") dan keberuntungan ("fa").

Biasanya, di dalam kotak berisi aneka jenis camilan manis seperti manisan leci sebagai lambang ikatan keluarga yang kuat dan biji teratai yang melambangkan kesuburan. Kotak camilan ini pun diharapkan dapat memberi kebahagiaan dan hal-hal manis pada keluarga yang menyuguhkannya.

6. Yee Sang (Salad Sayur Campur Ikan)

Tradisi makan yee sang juga tak boleh dilewatkan saat Imlek. Makanan khas tahun baru Cina yang juga disebut salad kemakmuran ini, merupakan menu yang terdiri dari sayur-sayuran yang dipadukan dengan ikan.

Makanan ini terselip makna keberuntungan di baliknya. Saat dimakan, Yee Sang akan dicampur dan para anggota keluarga akan mengangkat tinggi-tinggi wadahnya atau sumpit masing-masing sebagai tanda menggantungkan harapan yang besar dan keberhasilan di masa mendatang.

7. Siu Mie

Kuliner khas tahun baru Cina yang satu ini memiliki makna sebagai doa dan harapan untuk memiliki umur yang panjang. Siu mie serupa dengan mi goreng yang dimasak dengan sayur, udang, sosis, bakso, dan isian lainnya.

Uniknya, menyantap siu mie tidak diperbolehkan digigit. Kita harus menyantapnya secara utuh tanpa terputus dengan cara diseruput, dengan harapan umur panjang bisa terwujudkan.

8. Telur Rendam Teh

Seperti namanya, telur ini dimasak dengan cara direndam bersama teh hitam, kecap asin, dan rempah-rempah. Lalu, saat telur setengah matang, cangkang telur diretakkan dengan tujuan bumbunya bisa meresap sempurna ke dalam telur.

Selain motifnya yang cantik, cita rasa telur ini juga unik dengan sentuhan rempah yang cukup kuat. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa memakan telur ini saat tahun baru Cina akan membawa kesuburan, terutama bagi pasangan suami istri yang mendambakan buah hati.

9. Ikan Bandeng Besar

Ikan bandeng saat Tahun baru Imlek sengaja dipilih yang besar sebagai simbol rezeki yang besar dalam kehidupan.

Lalu, banyaknya duri yang terdapat di ikan bandeng dimaknai sebagai manusia dalam menjalankan kehidupan yang rumit. Sehingga perlu ketelitian dan kehati-hatian setiap melangkah atau mengambil keputusan.

10. Kue Mochi

Kue mochi terbuat dari beras ketan yang memiliki rasa manis dengan tekstur lembut dan sedikit kenyal. Proses pembuatan kue mirip bakpao ini cukup mudah, hanya perlu mencampur tepung beras ketan yang dipadukan dengan gula lempengan cair, lalu adonan tersebut dikukus dan didiamkan hingga dingin.

Sifat kue mochi yang lengket dan bisa ditempelkan di suatu tempat ini memiliki makna dapat menambal hal-hal yang kurang baik di tahun sebelumnya. Artinya, dengan menyantap kue ini diharapkan bisa menjalani hidup yang lebih baik sepanjang tahun.

11. Bebek Peking

Bebek panggang peking atau Beijing kaoya biasa disajikan saat perayaan Imlek oleh warga Tionghoa. Berbeda dengan olahan bebek biasanya yang dikenal alot, bebek panggang satu ini memiliki tekstur lembut. Ini tidak lepas dari proses pemanggangannya yang cukup lama dan sungguh istimewa.

Uniknya, bebek panggang peking disajikan secara utuh, lalu dipotong-potong setelah dihidangkan di atas meja. Warna cokelat keemasan pada bebek peking mewakili warna merah yang memiliki arti kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan sepanjang tahun.

12. Dumpling

Dumpling atau jiaozi adalah makanan khas Imlek yang bentuknya mirip seperti uang Tiongkok kuno. Dumpling biasanya diisi daging babi yang dicampur dengan beberapa jenis sayuran, seperti kubis rebus, daun bawang, dan lainnya.

Selain memiliki cita rasa unik, dumpling juga dijadikan simbol kemakmuran di tahun baru. Konon, semakin banyak menyantap makanan ini, semakin banyak juga uang yang akan diraih pada tahun baru.

13. Babi Panggang

Masyarakat Tionghoa memang diketahui gemar menyantap daging satu ini. Namun, hidangan babi panggang dalam perayaan Imlek sebenarnya punya arti khusus.BBanyak orang menganggap babi sebagai hewan yang malas.

Oleh sebab itu, makna menghidangkan makanan khas Imlek ini sebagai pengingat bagi yang menyantapnya agar orang tidak menjadi pemalas layaknya babi.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait