Ini Langkah Pemkab Probolinggo Minimalisir Kecelakaan di Perlintasan KA pada 2024

© mili.id

Petugas Satlantas Polres Probolinggo patroli rutin di perlintasan kereta api. (Foto:Satlantas Polres Probolinggo for Mili.id)

Probolinggo - Sering terjadinya kecelakaan di perlintasan Kereta Api (KA), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo berinisiatif akan memasang peringatan kepada para pengguna jalan yang hendak melintas di perlintasan KA.

Ke depan, Dishub Kabupaten Probolinggo akan memasang rambudi beberapa perlintasan kereta api yang berada di 4 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, di antaranya Kecamatan Tongas, Leces, Sumberasih, dan Tegalsiwalan.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, hal tersebut merupakan tindaklanjut arahan dari Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto pada Forum Diskusi Keselamatan sebidang kereta api pada malam tahun baru 2024 di Pendopo Kecamatan Leces.

"Keselamatan perlintasan sebidang kereta api adalah hal yang utama yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Camat beserta kepala desa hendaknya bisa menggunakan CSR pemenuhan fasilitas sarana prasarana berupa pos jaga dan palang pintu," kata Edy, Sabtu (6/1/2024).

Hal ini, menurut Edy, juga diperlukan adanya persamaan persepsi tentang pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang kereta api oleh sebanyak 4 camat dan juga 17 Kepala Desa (Kades) yang berada di kecamatan tersebut untuk tujuannya agar tidak ada lagi kejadian kecelakaan kereta api.

Oleh karenanya, lanjut Edy, nanti akan dipasangkan banner BERTEMAN yang artinya Berhenti, Tengok Kanan, Tengok Kiri, Aman dan Jalan. Pemasangan banner ini dapat difasilitasi dari desa yang ada perlintasan sebidang kereta api.

"Sedangkan untuk usulan BKK (Bantuan Keuangan Khusus) ke Provinsi Jawa Timur untuk 12 JPL (Jalur Perlintasan Langsung) masih menunggu jawaban, jadi akan dipasangkan banner BRRTEMAN ini untuk sementara," ungkap Edy.

Upaya tersebut, sambungnya, merupakan ikhtiar dari peningkatan di perlintasan sebidang kereta api dengan harapan tidak terjadi lagi kecelakaan kereta api, paling tidak meminimalisir angka kecelakaan kereta api di Kabupaten Probolinggo.

"Kami imbau masyarakat yang akan melintasi perlintasan yang belum ada palang pintu diharapkan bisa lebih hati-hati. Sebelum melintas hendaknya berhenti, tengok kanan, tengok kiri, aman dan jalan," pungkas mantan Kadis PMD Kabupaten Probolinggo itu.

Editor : Aris S



Berita Terkait