Samsudin Tolak Modal Rp 15 M jadi Cawabup Probolinggo

© mili.id

Pegiat Antikorupsi, Samsudin silaturahmi ke Basecamp Pokja Jurnalis Kraksaan.(Foto: Fades/Mili.id)

Probolinggo - Perhelatan kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) masih panjang. Namun, di Kabupaten Probolinggo sudah santer-santernya isu salah satu pegiat antikorupsi yang kerap mengawal beberapa kasus di Kabupaten Probolinggo akan maju sebagai calon wakil bupati (cawabup).

Bahkan, tidak hanya santer di isu saja, melainkan juga datang dukungan baik itu suara maupun dana sudah masuk agar Samsudin ikut perhelatan pilkada dan maju sebagai salah satu Cawabup di Kabupaten Probolinggo.

Namun hal itu bertolak belakang, Samsudin sudah menegaskan jika dalam Pemilu 2024, dirinya masih belum berminat berkecimpung dalam dunia politik. Oleh karena itu, untuk meredam isu di luar, dirinya menegaskan akan tetap tegak dalam pekerjaannya sebagai pengusaha.

Pria kelahiran Kecamatan Tiris, yang juga sebagai Bupati Lembaga Swadaya Masyarakay (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo itu, mengaku kalau saat ini dirinya pribadi masih belum tertarik untuk menjadi pejabat publik.

"Untuk saat ini (Pemilu 2024) saya masih ingin fokus membangun LSM LIRA untuk terus memantau dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Saya juga masih fokus menata sejumlah bisnis yang saya tekuni selama ini," kata Sam, begitu disapa, Sabtu (6/1/2024).

Santernya isu cawabup, menurut Samsudin, itu memang benar adanya. Bahkan, dirinya juga mendapat tawaran dari beberapa tokoh dan partai politik untuk maju sebagai cawabup ataupun Cabup Probolinggo, meski akhirnya penawaran itu ditolak mentah-mentah.

"Beberapa petinggi partai politik di Kabupaten Probolinggo juga sempat bertamu ke rumah saya dan menawarkan agar mau jadi Cawabup. Tapi tetap saya tolak dan saya tegaskan untuk tahun ini tidak akan ikut campur, tapi mengkritisi kebijakan masih tetap hobi saya," ungkapnya.

Selain petinggi partai politik, menurut Sam, dirinya juga sempat didukung salah satu temannya yang satu profesi siap membantu dan menawarkan sejumlah uang untuk dijadikan modal nyalon senilai belasan miliar rupiah.

"Khusus 2024, saya tegaskan tidak akan nyalon, tidak tahu 10 atau 20 tahun ke depan. Saya juga sudah tolak Rp 15 miliar dari teman untuk modal jadi Cawabup, padahal perjanjiannya kalau kalah tidak minta ganti, kalau menang terserah mau ganti atau tidak," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait