Kuasa Hukum Korban soal Metanol di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel: Ada Unsur Kesengajaan

Kasus Miras Maut

© mili.id

Kuasa Hukum Korban dari H.A.M Associates, Bobbyanto Gunawan (kiri) - (Foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Kuasa hukum korban tewas dalam kasus miras maut Cruz Lounge Bar menanggapi bantahan manajemen Vasa Hotel Surabaya yang menyangkal adanya pembelian metanol dalam perencanaan pembelanjaan.

Kuasa hukum korban dari H.A.M Associates, Bobbyanto Gunawan menyebut bahwa manajemen Vasa Hotel Surabaya aneh. Katanya, di hadapan awak media, mereka mengaku tidak membantah hasil penyelidikan kepolisian, meski menyangkal adanya pembelian metanol.

"Mereka kemarin mengatakan tidak membantah hasil rilis polisi. Kalau mereka menolak membeli, kok bisa barangnya di situ?" ujar Bobby saat dikonfirmasi, Senin (8/1/2024).

"Mereka ini aneh. Satu sisi mengakui dan tidak membantah. Namun di satu sisi, ketika polisi bilang ada pembelian metanol dari manajemen Vasa, mereka bilang kalau tidak membeli metanol," papar dia.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan pihak Vasa Hotel kecolongan dengan masuknya metanol ke Cruz Lounge Bar hingga disajikan untuk tamu, Bobby meyakini setiap hotel pasti punya SOP. Apalagi, Vasa Hotel Surabaya itu bintang lima.

"Barang masuk hotel kan harus sesuai SOP. Kira-kira kalau gak ada pesanan kok bisa di situ? Saya rasa Vasa Hotel tidak kecolongan. Ada unsur kesengajaan dari pihak Vasa dan tidak mau bertanggungjawab sama barangnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Vasa Hotel Surabaya, Tonic Tangkau mengaku bahwa pihak hotel tidak pernah menyediakan metanol seperti yang diungkapkan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce.

"Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya tidak pernah memesan metanol. Kami tidak tahu barang itu (metanol) dari mana. Sepengetahuan kami, itu (metanol) tidak pernah ada. Tidak pernah pihak Cruz menyedikan, membeli dalam bentuk apapun metanol," ungkap Tonic pada Jumat (5/1/2023) lalu.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait