Kuasa Hukum Korban Miras Maut Desak Cabut Izin Hotel Vasa Surabaya

© mili.id

Kuasa hukum korban miras maut daei H.A.M Associates, Renald Christoper dan Boobyanto Gunawan (Wendy/Mili.id))

Surabaya - Kuasa hukum korban miras maut Cruz Lounge Bar Vasa Hotel mendesak agar izin dari hotel tersebut dicabut untuk sementara bahkan mungkin selamanya.

Saat ini, garis polisi yang menyegel Cruz Lounge Bar Vasa Hotel telah dibuka setelah pihak kepolisian melaksanakan rekonstruksi adegan dan menetapkan Arnold Zadrach Sitaniya, sebagai tersangka.

Kendati segel telah dibuka, namun General Manager Vasa Hotel Surabaya Robert Kotambunan menyebut Cruz Lounge Bar itu masih belum beroperasional hingga saat ini.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum korban miras maut, Bobbyanto Gunawan meminta pemerintah setempat mencabut perizinan, karena disebutnya seluruh makan dan minuman yang disediakan itu berbahaya.

"Kita harapkan izin dari Vasa Hotel dicabut. Karena semua makanan dan minuman disini sangatlah berbahaya, serta bisa mematikan," katanya, Selasa (09/01/2023).

Sedangkan, Renald Christoper yang juga kuasa hukum korban menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan pencabutan izin itu ke Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, saat inspeksi mendadak (Sidak) pada Senin (08/01/2023) kemarin.

"Kami juga bermohon kepada beliau (Wawali) untuk membekukan sementara atau mungkin selamanya dari izin Vasa Hotel. Karena diketahui, bahwa Hotel Vasa ini sudah melakukan hal yang berbahaya bagi customer," tambahnya.

Sementara itu, bila memang manajemen Cruz Lounge Bar kecolongan dengan masuknya metanol hingga disajikan untuk tamu hingga merenggut 3 nyawa. Maka, quality control-nya dinilai sangat buruk.

"Kok bisa sampai kecolongan terkait zat metanol, dengan alasan yang seperti kita ketahui bersama dari rilis itu salah beli dari purchasing. Berarti disini kami pertanyakan pengawasan juga QC dari pihak Vasa itu sangat lemah atau sangat buruk," pungkasnya.

Sebelumnya, Kuasa hukum korban tewas dalam kasus miras maut Cruz Lounge Bar menanggapi bantahan manajemen Vasa Hotel Surabaya yang menyangkal adanya pembelian metanol dalam perencanaan pembelanjaan.

Kuasa hukum korban dari H.A.M Associates, Bobbyanto Gunawan menyebut bahwa manajemen Vasa Hotel Surabaya aneh. Katanya, di hadapan awak media, mereka mengaku tidak membantah hasil penyelidikan kepolisian, meski menyangkal adanya pembelian metanol.

"Mereka kemarin mengatakan tidak membantah hasil rilis polisi. Kalau mereka menolak membeli, kok bisa barangnya di situ?" ujar Bobby saat dikonfirmasi, Senin (8/1/2024).

"Mereka ini aneh. Satu sisi mengakui dan tidak membantah. Namun di satu sisi, ketika polisi bilang ada pembelian metanol dari manajemen Vasa, mereka bilang kalau tidak membeli metanol," papar dia

Editor : Achmad S



Berita Terkait